Rabu, 01 JULI 2026 • 17:30 WIB

Transaksi Non-Tunai Kian Diminati, Ekonomi Daerah Panen Peluang dari Digitalisasi

Author

Ilustrasi Pertumbuhan UMKM dan Ekonomi Daerah melalui Pembayaran Digital.

INDOZONE.ID - Transformasi ekonomi digital di berbagai daerah terus menunjukkan perkembangan yang positif.

Hal ini terlihat dari semakin banyaknya masyarakat yang menggunakan metode pembayaran non-tunai, serta meningkatnya kolaborasi antara regulator, pelaku industri, dan UMKM untuk memperkuat ekosistem ekonomi digital.

Baca juga: Mau Jual Properti? Ini Cara Mudah Menghitung Harga Tanah per Meter Berdasarkan NJOP

Penguatan sistem pembayaran digital kini menjadi salah satu faktor penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif sekaligus membantu UMKM meningkatkan daya saing di era digital.

Karya Kreatif Mataraman (KKM) & DIGIMAFEST 2026.

Salah satu contoh upaya tersebut terlihat dalam penyelenggaraan Karya Kreatif Mataraman (KKM) & DIGIMAFEST 2026 yang digelar oleh Bank Indonesia di Kediri.

Acara ini menjadi wadah bagi berbagai pihak untuk mendorong percepatan transformasi digital melalui peningkatan literasi keuangan, perluasan penggunaan pembayaran digital yang aman, serta pengembangan inovasi layanan keuangan berbasis teknologi.

Baca juga: Apa Itu Depresiasi dan Amortisasi? Ini Perbedaannya yang Kamu Pahami dalam Mengelola Aset!

Dalam kegiatan tersebut, ShopeePay turut ambil bagian sebagai salah satu penyedia layanan pembayaran digital.

Partisipasi ini menjadi bagian dari upaya mendukung digitalisasi UMKM, memperluas literasi keuangan, dan mendorong penggunaan transaksi digital yang aman.

Mengusung tema Sinergi dan Inovasi Digital untuk Akselerasi Ekonomi Berkelanjutan, acara ini mempertemukan regulator, penyedia layanan pembayaran digital, pelaku UMKM, dan masyarakat dalam satu ruang kolaborasi untuk mempercepat perkembangan ekonomi digital di daerah.

Adopsi pembayaran digital di wilayah Kediri sendiri menunjukkan tren yang cukup positif. Dalam beberapa bulan terakhir, jumlah pengguna aktif QRIS melalui layanan ShopeePay di Kota dan Kabupaten Kediri tercatat meningkat lebih dari 70 persen.

Baca juga: Listrik Bisa Terganggu Gara-gara Pasokan Batu Bara Seret? Ini Efek Bullwhip yang Jarang Disadari

Angka ini menunjukkan semakin tingginya kepercayaan masyarakat terhadap transaksi digital serta makin luasnya penggunaan QRIS dalam aktivitas sehari-hari.

Presiden Direktur ShopeePay Indonesia, Eka Nilam Dari, mengatakan bahwa perkembangan ekonomi digital yang berkelanjutan membutuhkan kerja sama dari berbagai pihak.

"Kami percaya pembayaran digital tidak hanya mempermudah transaksi, tetapi juga membuka akses lebih luas bagi UMKM untuk terus berkembang dan berpartisipasi aktif dalam pertumbuhan ekonomi digital. Karena itu, ShopeePay terus mendukung berbagai inisiatif BI yang bertujuan memperluas adopsi pembayaran digital, serta menciptakan ekosistem digital yang semakin inklusif dan berkelanjutan," ungkap Eka.

Menurutnya, meningkatnya penggunaan layanan digital juga perlu diimbangi dengan edukasi keamanan agar masyarakat bisa memanfaatkan teknologi keuangan secara aman dan bertanggung jawab.

Baca juga: Mengenal Apa Itu BUMD: Ini Tujuannya dalam Memajukan Perekonomian Daerah Kamu

Sebagai bagian dari rangkaian acara, ShopeePay menghadirkan booth interaktif yang memberikan edukasi seputar manfaat pembayaran digital, cara bertransaksi yang aman, hingga pentingnya menggunakan layanan keuangan digital secara bijak.

Perusahaan tersebut juga berpartisipasi dalam talkshow edukasi bertajuk KLIK AMAN: Perempuan Cerdas Finansial, Aman di Era Digital yang diselenggarakan bersama Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan.

Sesi ini membahas pentingnya literasi keuangan dan perlindungan konsumen di tengah meningkatnya penggunaan layanan keuangan digital.

Di sisi lain, dukungan terhadap digitalisasi UMKM juga diwujudkan melalui berbagai inovasi pembayaran, seperti QRIS Tap berbasis NFC dan QRIS Antarnegara (cross-border QRIS). Inovasi tersebut membantu pelaku usaha menjangkau lebih banyak pelanggan, membuat proses transaksi lebih efisien, serta mempermudah pencatatan keuangan.

Selain menghadirkan inovasi pembayaran, edukasi terkait keamanan digital juga terus diperkuat. Melalui berbagai sesi edukasi selama acara berlangsung, masyarakat diajak mengenali berbagai modus kejahatan digital seperti phishing, social engineering, penyalahgunaan OTP, hingga modus layanan pelanggan palsu.

Peserta juga mendapatkan informasi mengenai pentingnya menjaga kerahasiaan PIN dan OTP, serta langkah-langkah yang perlu dilakukan jika akun diduga mengalami penyalahgunaan.

Baca juga: Apa Itu Depresiasi dan Inflasi? Simak Perbedaannya di Sini

Untuk meningkatkan keamanan pengguna, perusahaan menerapkan berbagai sistem perlindungan berlapis, mulai dari enkripsi data, proses verifikasi pengguna dan merchant, Fraud Detection System (FDS), pemantauan Anti-Money Laundering (AML), hingga patroli siber secara rutin guna membantu mencegah berbagai aktivitas ilegal.

Perlindungan pengguna juga diperkuat melalui audit keamanan berkala serta penggunaan autentikasi dua faktor (2FA) dengan OTP saat membuat atau mengubah PIN akun.

Menutup pernyataannya, Eka menegaskan komitmen perusahaan dalam mendukung pertumbuhan ekonomi digital yang aman dan berkelanjutan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Press Release

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU