Ilustrasi Depresiasi dan Inflasi. (Freepik)
INDOZONE.ID - Istilah depresiasi dan inflasi sering muncul saat membahas ekonomi. Namun, masih banyak orang yang menganggap keduanya adalah hal yang sama.
Faktanya, depresiasi dan inflasi merupakan dua kondisi yang berbeda meski bisa saling berkaitan. Agar tidak bingung, yuk pahami pengertian dan perbedaan keduanya berikut ini.
Baca juga: Mengenal Apa Itu BUMD: Ini Tujuannya dalam Memajukan Perekonomian Daerah Kamu
Depresiasi adalah kondisi ketika nilai suatu aset atau mata uang mengalami penurunan.
Dalam konteks ekonomi makro, istilah ini biasanya digunakan untuk menggambarkan penurunan nilai tukar mata uang terhadap mata uang negara lain.
Sebagai contoh, jika nilai tukar Poundsterling melemah terhadap dolar AS, euro, atau yen Jepang, maka kondisi tersebut disebut sebagai depresiasi mata uang.
Baca juga: Pertama di Indonesia, Pemprov DKI akan Terbitkan Obligasi Daerah Senilai Rp3,5 Triliun
Inflasi adalah kondisi ketika harga barang dan jasa secara umum terus meningkat dalam periode tertentu.
Saat inflasi terjadi, biaya hidup biasanya ikut naik karena masyarakat harus mengeluarkan uang lebih banyak untuk membeli kebutuhan sehari-hari.
Akibatnya, daya beli masyarakat bisa menurun jika kenaikan pendapatan tidak sebanding dengan kenaikan harga.
Baca juga: Apa Itu Aset? Simak Definisi, Jenis, dan Contohnya
Contoh sederhana inflasi adalah ketika harga bahan makanan, transportasi, hingga kebutuhan rumah tangga meningkat secara bertahap dalam beberapa bulan atau tahun.
Agar lebih mudah dipahami, berikut perbedaan sederhana dari depresiasi dan inflasi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Economicshelp.org