INDOZONE.ID - Aset adalah salah satu istilah yang sering muncul dalam dunia keuangan, bisnis, maupun investasi.
Makin baik pengelolaan aset yang dimiliki, sakin besar pula peluang untuk meningkatkan kondisi keuangan dalam jangka panjang. Yuk, simak pengertian, jenis, dan contoh-contoh aset.
Baca juga: Industri Kreator dan Brand Makin Terkoneksi, Kolaborasi Jadi Penggerak Baru Ekonomi Digital
Aset adalah sumber daya yang memiliki nilai ekonomi dan dimiliki oleh seseorang, perusahaan, atau organisasi.
Aset ini diharapkan dapat memberikan manfaat, baik dalam bentuk pendapatan, keuntungan, maupun mendukung aktivitas operasional di masa mendatang.
Dalam dunia akuntansi, aset termasuk komponen yang tercatat di laporan keuangan perusahaan dan biasanya ditempatkan pada sisi aktiva atau harta.
Baca juga: OJK Sita 41 Aset Terkait Dugaan Korupsi Pembiayaan Di BPRS GP Medan
Menariknya, aset tidak selalu harus dimiliki sepenuhnya. Misalnya, sebuah perusahaan membeli mesin produksi menggunakan pinjaman bank.
Meski pembeliannya dibiayai oleh utang, mesin tersebut tetap tercatat sebagai aset perusahaan karena memiliki nilai ekonomi dan digunakan untuk menghasilkan pendapatan.
Agar lebih mudah dipahami, ada beberapa karakteristik yang membuat suatu barang atau sumber daya dapat dikategorikan sebagai aset.
1. Memiliki Nilai Ekonomi
Salah satu ciri utama aset adalah memiliki nilai ekonomi. Artinya, aset tersebut bisa dijual, ditukar, atau dikonversi menjadi uang.
Baca juga: Siapa yang Termasuk MBR untuk Pengajuan Rumah Subsidi? Simak Ketentuannya
Karena itu, tidak semua barang bisa disebut aset. Suatu barang harus memiliki manfaat dan masih memiliki nilai di mata orang lain agar dapat dianggap sebagai aset.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Bank Sinarmas