Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Senin, 29 JUNI 2026 • 18:30 WIB

Tak Cuma Bitcoin, Investor Indonesia Mulai Melirik Token Saham Apple hingga Tesla

Tak Cuma Bitcoin, Investor Indonesia Mulai Melirik Token Saham Apple hingga TeslaIlustrasi tokenisasi aset. (Freepik)

INDOZONE.ID - Tren tokenisasi aset atau tokenized assets tengah menjadi perbincangan di pasar keuangan global. Di Amerika Serikat, semakin banyak investor yang memanfaatkan teknologi blockchain untuk mengakses berbagai model investasi, mulai dari saham, obligasi, hingga aset Real-World Assets atau RWA.

Fenomena ini ternyata juga mulai banyak dibahas di Indonesia. Investor kripto Tanah Air nampaknya tak hanya fokus pada aset digital seperti Bitcoin, tapi mulai melirik tokenisasi aset.

Head of Product Marketing PINTU, Iskandar Mohammad mengungkapkan bahwa minat investor Indonesia terhadap tokenisasi aset mengalami pertumbuhan yang signifikan sepanjang tahun ini. Menurutnya, kenaikan ini sejalan dengan tren global yang menunjukkan semakin besarnya minat investor terhadap tokenisasi aset.

"Perdagangan tokenisasi aset mengalami peningkatan yang signifikan di mana jumlah monthly unique trader tokenized stocks tumbuh 40% pada bulan Mei dibandingkan dengan Januari 2026. Secara spesifik, tokenisasi aset seperti Nasdaq (QQQX) & SP500 (SPYX) mengalami kenaikan pesat secara bulanan April-Mei, naik masing-masing +64% dan +51%," ujar Iskandar saat diwawancarai, Senin (29/6/2026).

Baca juga: Tokenisasi Aset Permudah Investor Punya Saham AS dan Emas

Kenapa Investor Indonesia Mulai Tertarik?

Berdasarkan data RWA.xyz per 25 Juni 2026, total kapitalisasi pasar RWA on-chain telah mencapai US$32,23 miliar.

Angka ini melonjak drastis dibandingkan awal 2024 yang masih berada di kisaran US$1,8 miliar. 

Secara global sektor tokenisasi aset atau RWA mengalami pertumbuhan yang sangat cepat. Di tengah tren tersebut, investor Indonesia melihat tokenisasi aset sebagai alternatif investasi yang lebih fleksibel.

Menurut Iskandar, ada beberapa faktor yang mendorong pertumbuhan transaksi tokenisasi aset di Indonesia. Salah satunya adalah pajak final sebesar 0,21 persen yang hanya dikenakan saat investor melakukan penjualan aset.

“Seiring dengan meningkatnya transaksi tokenisasi aset secara global, di Indonesia tumbuhnya transaksi tokenisasi aset di kalangan investor finansial didorong oleh beberapa faktor di antaranya, pajak final hanya 0,21% yang dikenakan hanya saat melakukan penjualan,” ucap Iskandar. 

Selain itu, perdagangan tokenisasi aset dapat dilakukan selama 24 jam setiap hari, berbeda dengan pasar saham biasa yang memiliki jam operasional tertentu.

“Fleksibilitas trading yang menjadi kunci karena 24 jam penuh bisa melakukan perdagangan tanpa perlu menunggu pasar buka. Terakhir kemudahan pembelian langsung menggunakan mata uang rupiah tanpa perlu konversi,” imbuhnya. 

Baca juga: Jumlah Investor Saham Terus Naik, Keamanan Akun Digital Makin Jadi Perhatian

Akses Saham Raksasa AS dalam Bentuk Token

Di samping itu, aset tertokenisasi yang tersedia mencakup 48 aset global dari berbagai sektor industri. Termasuk saham perusahaan teknologi raksasa Amerika Serikat seperti Apple, Alphabet, Meta Platforms, Tesla, NVIDIA, Microsoft, dan Amazon. 

Selain itu, tersedia pula aset dari sektor keuangan seperti JPMorgan Chase & Co, instrumen berbasis kecerdasan buatan (AI), kesehatan, energi, logam mulia, obligasi pemerintah AS, hingga ETF global.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Wawancara

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Tak Cuma Bitcoin, Investor Indonesia Mulai Melirik Token Saham Apple hingga Tesla

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!