Panen Raya Udang Vaname di Sulawesi Selatan. (Muhammad Dzulkifli/Z Creators)
INDOZONE.ID – Potensi sektor kelautan dan perikanan di Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan, kembali menunjukan hasil yang mengesankan. Sebanyak 4,3 ton udang vaname berhasil dipanen hanya dalam waktu 2,5 bulan dari lahan seluas 2,5 hektare, sekaligus membuktikan bahwa budidaya ini menjadi salah satu tumpuan ekonomi masyarakat setempat.
Panen raya berlangsung di lokasi Kelompok Budidaya Perikanan (Pokdakan) Berlian, Desa Labukkang, Kelurahan Palanro, Kecamatan Mallusetasi, Senin (22/6/2026). Kegiatan ini disaksikan langsung Bupati Barru, Ina Kartikasari, didampingi Wakil Bupati Abustan Bintang, serta para pejabat terkait. Tambak tersebut merupakan milik tokoh masyarakat sekaligus pelaku usaha budidaya, H. Nahnu dan Hj. Marwah.
Baca juga: Viral 1.000 Petani di Nganjuk Panen Melon Bareng Pecahin Rekor MURI
Berdasarkan catatan lapangan, hasil panen udang vaname kali ini berpotensi meraup pendapatan sekitar Rp270 juta dalam satu siklus pemeliharaan. Angka ini dinilai sangat menjanjikan dan membuka peluang pengembangan usaha yang jauh lebih besar jika dikelola dengan manajemen yang baik.
“Ini bukti nyata kekayaan dan potensi ekonomi yang kita miliki. Sektor perikanan bukan sekadar kegiatan biasa, melainkan sumber penghidupan yang bisa mengangkat taraf hidup masyarakat luas,” ujar Bupati Barru saat meninjau lokasi.
Dalam kesempatan itu, ia juga mengingatkan para pembudidaya agar tidak hanya mengejar keuntungan sesaat. Pengelolaan tambak harus tetap berpegang pada prinsip keberlanjutan, menjaga kualitas lingkungan, serta berorientasi pada pemberdayaan warga sekitar. Tak hanya itu, Bupati juga menyisipkan pesan nilai kehidupan dalam berusaha.
“Keberkahan usaha juga ditentukan bagaimana kita mengelola hasilnya. Termasuk di dalamnya memenuhi kewajiban zakat dan berbagi kepada yang membutuhkan, supaya rezeki yang didapat membawa manfaat lebih luas,” tambahnya.
Selain udang vaname, di lokasi yang sama juga dilakukan panen ikan nila yang dibudidayakan dengan sistem modern. Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Barru, H. Muh. Ushuluddin, menjelaskan secara keseluruhan luas lahan tambak di wilayah ini mencapai 2.534 hektare. Secara total, produksi udang vaname di kabupaten ini tercatat mencapai 4.464 ton per tahun.
Baca juga: Panen Jagung Serentak Polri dari Bekasi, Kapolri Sebut Sudah Penen 3,5 Ton Sepanjang 2025
Sementara itu, pengembangan ikan nila juga terus didorong lewat teknologi budidaya sistem bioflok. Metode ini dinilai lebih efisien, ramah lingkungan, dan mampu menghasilkan kualitas ikan yang memenuhi standar pasar, bahkan berpeluang besar menembus pasar luar negeri.
Pemerintah daerah berkomitmen terus mendampingi kelompok pembudidaya, mulai dari penyediaan benih berkualitas, pelatihan teknis, hingga dukungan akses pemasaran, agar potensi besar ini benar‑benar menjadi kekuatan ekonomi andalan masyarakat Barru.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan