Ilustrasi perbedaan Depresiasi dan Amortisasi. (AI/Copilot)
INDOZONE.ID - Mengelola pembukuan keuangan dan memahami bagaimana nilai kekayaan perusahaan menyusut dari waktu ke waktu, sering jadi tantangan membingungkan bagi para pelaku usaha siber di Tanah Air.
Tanpa adanya perhitungan alokasi biaya yang tepat, neraca keuangan bisnis milikmu bisa menyajikan data tidak akurat. Itu berpotensi memicu kerugian finansial yang tidak disadari.
Pembebanan nilai berkala atas kekayaan yang dimiliki perusahaan ini dibagi menjadi dua kategori besar, berdasarkan karakteristik fisik dari objek tersebut.
Biar kamu bisa menyusun laporan laba rugi secara profesional dan mengoptimalkan penghitungan pajak perusahaan, mari bahas mengenai perbedaannya.
Baca juga: Pelaku Usaha Cor Logam di Klaten Terdampak Pemadaman Listrik Bergilir
Perbedaan mendasar yang harus kamu ketahui terletak pada wujud fisik dari kekayaan perusahaan yang sedang dihitung nilai penyusutannya.
Istilah depresiasi digunakan secara khusus untuk menghitung penurunan nilai pada aset tetap berwujud yang memiliki bentuk fisik nyata di operasional kerja.
Sementara itu, istilah amortisasi diterapkan terbatas hanya untuk menilai alokasi penurunan ekonomis pada aset tidak berwujud yang dimiliki oleh bisnismu.
Alasan di balik berkurangnya nilai ekonomis suatu kekayaan perusahaan dipengaruhi oleh variabel internal maupun eksternal yang berbeda.
Baca juga: Mau Bikin NIB? Ini Langkah Awal Daftarkan Hak Akses UMK di OSS Biar Bisnis Kamu Legal
Faktor penggunaan harian, kerusakan fisik, hingga keusangan teknologi menjadi penyebab utama, yang membuat nilai buku aset berwujud mengalami depresiasi seiring berjalannya waktu.
Di sisi lain, proses amortisasi terjadi murni karena batasan hukum berupa habisnya waktu kontrak, masa berlaku, atau penggunaan legal dari kekayaan tersebut.
Formula yang digunakan untuk mengonversi penyusutan menjadi beban biaya akuntansi, memiliki fleksibilitas pilihan sesuai dengan regulasi.
Perhitungan depresiasi biasanya dihitung secara konvensional dengan menggunakan metode garis lurus untuk membagi beban sama rata di setiap periode pengoperasian.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Kledo.com