Ilustrasi keuangan bulanan (Ilustrasi Copilot)
INDOZONE.ID - Mengelola kesehatan finansial pribadi secara mandiri kini tidak lagi harus selalu bergantung pada aplikasi digital yang rumit atau perangkat lunak akuntansi yang membingungkan.
Bagi sebagian besar masyarakat, mempertahankan tradisi menulis setiap pengeluaran di atas buku jurnal fisik atau lembaran kertas dinilai jauh lebih efektif untuk membangun kedekatan emosional dengan uang mereka.
Namun, tumpukan data transaksi harian tersebut tidak akan memberikan dampak positif apa pun bagi dompetmu jika kamu melewatkan proses analisis di penghujung bulan.
Melakukan peninjauan ulang terhadap aliran dana keluar sebenarnya sama sekali tidak membutuhkan waktu berjam-jam hingga menguras energi pikiranmu.
Baca juga: Tips Atur Dana Liburan dan Biaya Sekolah
Cukup dengan meluangkan waktu sekitar lima belas hingga tiga puluh menit di akhir bulan, kamu sudah bisa mendapatkan gambaran utuh mengenai kondisi dompetmu yang sebenarnya.
Biar kamu tidak bingung dalam mengolah tumpukan angka tersebut menjadi informasi yang bermanfaat, mari kita bahas mengenai strategi praktisnya secara berurutan.
Langkah awal yang wajib kamu lakukan untuk merapikan data manual adalah dengan memisahkan transaksi ke dalam dua kelompok besar, yaitu kebutuhan wajib dan keinginan murni.
Masukkan pos pengeluaran seperti biaya kost, tagihan listrik, paket data, ongkos transportasi kerja, hingga cicilan bulanan ke dalam kolom kebutuhan utama yang tidak bisa ditunda.
Baca juga: Industri Kreator dan Brand Makin Terkoneksi, Kolaborasi Jadi Penggerak Baru Ekonomi Digital
Sementara itu, biaya nongkrong di kafe, belanja baju baru, dan langganan hiburan yang jarang digunakan harus kamu coret dan masukkan ke dalam kolom gaya hidup.
Jangan membiarkan lembaran jurnal keuanganmu hanya dipenuhi oleh deretan angka hitam dan putih yang membosankan serta sulit dibaca secara cepat.
Kamu bisa memanfaatkan penggunaan alat tulis stabilo berwarna-warni untuk memberikan penandaan visual yang kontras pada setiap kelompok pengeluaran, seperti warna merah khusus untuk pos keinginan yang boros.
Ketika kamu menghitung total nominal dan mendapati lembaran kertasmu didominasi oleh warna merah, otakmu secara otomatis akan menangkap sinyal waspada untuk mengerem belanja di masa depan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Moneyku.com