INDOZONE.ID - Minat masyarakat Indonesia terhadap investasi emas sebagai instrumen penyimpan nilai terus menunjukkan peningkatan dalam beberapa tahun terakhir.
Seiring berkembangnya kebutuhan tersebut, berbagai layanan dan inovasi pembelian emas mulai bermunculan dengan menawarkan kemudahan akses, fleksibilitas transaksi, serta skema kepemilikan yang dinilai lebih terjangkau bagi masyarakat.
Kehadiran berbagai alternatif ini menjadi bagian dari upaya memperluas akses investasi emas kepada lebih banyak kalangan.
Baca juga: Kenapa Emas ANTAM Lebih Mahal dari Harga Global? Simak Rahasia di Balik Kemasannya
Berbeda dengan mekanisme pembelian emas konvensional, skema ini memanfaatkan peredaran kembali emas yang sebelumnya telah dimiliki dan dijual oleh investor di pasar sekunder.
Model tersebut memungkinkan transaksi dilakukan melalui stok yang sudah beredar di pasar, bukan hanya melalui distribusi produk baru.
Pendekatan ini mencerminkan berkembangnya berbagai alternatif perdagangan emas yang menawarkan pilihan harga dan mekanisme transaksi yang lebih beragam bagi masyarakat.
Melalui pemanfaatan stok emas yang kembali beredar di pasar sekunder, skema ini diklaim dapat memberikan alternatif kepemilikan emas dengan biaya yang lebih terjangkau bagi konsumen.
Selain itu, layanan tersebut juga menghadirkan sejumlah kemudahan transaksi, termasuk pengiriman ke berbagai wilayah di Indonesia tanpa biaya tambahan tertentu.
Direktur Marketing & Operasional Emas Now, Alif Fauzan, menjelaskan bahwa layanan tersebut dikembangkan sebagai upaya menghadirkan alternatif investasi emas yang lebih mudah dijangkau masyarakat.
Ilustrasi investasi emas. (Istimewa)
"Melalui Emas Now Smart Buy, kami ingin mendefinisikan ulang cara masyarakat Indonesia berinvestasi emas," ujarnya.
Baca juga: Tokenisasi Aset Permudah Investor Punya Saham AS dan Emas
Menurutnya, skema yang diterapkan dirancang untuk memberikan nilai lebih bagi konsumen melalui efisiensi biaya transaksi serta berbagai kemudahan layanan, termasuk fasilitas pengiriman ke berbagai daerah di Indonesia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan