INDOZONE.ID — Pemerintah kembali mempersiapkan Program Magang dan Vokasi sebagai bagian dari Paket Stimulus Ekonomi Triwulan II dan Semester II Tahun 2026. Kebijakan ini menjadi salah satu dari delapan langkah strategis yang disusun dalam tiga pilar utama guna meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus mendorong pergerakan ekonomi masyarakat.
Kebijakan tersebut disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam konferensi pers yang berlangsung di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Senin (22/6/2026). Acara tersebut juga dihadiri oleh Menteri Ketenagakerjaan Yassierli dan Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi.
Airlangga menuturkan bahwa pemerintah akan mengakselerasi pelaksanaan program magang dan vokasi pada semester kedua tahun 2026 sebagai bagian dari strategi menjaga laju pertumbuhan ekonomi nasional.
"Program magang dan vokasi ini kita akan dorong untuk dilaksanakan di paruh kedua semester kedua sehingga ini menjadi penggerak daripada perekonomian di masyarakat," kata Airlangga seperti yang diungkap dalam keterangan resminya.
Baca juga: Kemnaker Ingatkan Peserta MagangHub Batch III Lengkapi Tahapan Akhir Sebelum Penutupan Program
Melalui paket stimulus tersebut, pemerintah menyiapkan anggaran sebesar Rp6,26 triliun. Dari jumlah tersebut, Rp4,14 triliun dialokasikan untuk Program Magang Nasional yang menargetkan 150 ribu peserta, sedangkan Rp2,12 triliun diperuntukkan bagi pelatihan vokasi. Program vokasi akan difokuskan kepada 220 ribu lulusan SMK dan 50 ribu pekerja yang terdampak pemutusan hubungan kerja (PHK).
Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menjelaskan bahwa pelaksanaan Program Magang Nasional 2025 (MagangHub) memberikan capaian yang menggembirakan. Sebanyak 102,6 ribu peserta berhasil direkrut dari total 370,5 ribu pendaftar dan ditempatkan di 8.048 perusahaan serta instansi pemerintah yang tersebar di seluruh Indonesia.
Peserta program memperoleh berbagai manfaat, mulai dari uang saku setara upah minimum, perlindungan Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM), pendampingan mentor, hingga kesempatan mengikuti sertifikasi kompetensi yang diterbitkan oleh BNSP.
Hasil survei terhadap 65.245 peserta menunjukkan tingkat kepuasan yang tinggi. Sebanyak 84,26 persen responden mengaku puas atau sangat puas terhadap pelaksanaan Program Magang Nasional. Selain itu, 67,13 persen responden menilai program tersebut membantu atau sangat membantu kondisi ekonomi mereka dan keluarganya.
Penilaian positif juga datang dari pihak penyelenggara. Survei terhadap 7.217 perusahaan dan instansi yang terlibat dalam program magang menunjukkan bahwa 84,13 persen di antaranya merasa puas atau sangat puas terhadap kontribusi para peserta magang.
Baca juga: Gaji Magang di Indonesia Ternyata Beragam, Segini Kisaran Lengkapnya
"Ini hasil yang menurut kami cukup positif sebagai feedback kita untuk pelaksanaan magang di angkatan II," ujar Yassierli.
Berdasarkan evaluasi yang dilakukan oleh 22.297 mentor, sebanyak 65,55 persen peserta mengalami peningkatan kompetensi teknis yang signifikan selama mengikuti program. Selain keterampilan teknis, peserta juga menunjukkan perkembangan dalam aspek komunikasi, kerja sama tim, kemampuan memecahkan masalah, berpikir kritis, adaptabilitas, dan keterampilan sesuai bidang pekerjaan masing-masing.
"Rata-rata skor kompetensi peserta meningkat dari 3,77 menjadi 4,19 berdasarkan penilaian peserta, serta dari 3,33 menjadi 3,66 berdasarkan penilaian mentor," ucapnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Biro Humas Kemnaker