Mendagri Tito Karnavian. (ANTARA FOTO/Irwansyah Putra/)
INDOZONE.ID - Pemerintah mengalokasikan anggaran sekitar Rp8 triliun untuk mempercepat pembangunan dan rehabilitasi rumah tidak layak huni di berbagai daerah di Indonesia. Program tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas akses masyarakat terhadap hunian yang layak.
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian mengatakan, program bedah rumah merupakan amanat Presiden Prabowo Subianto yang dijalankan oleh Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman dengan dukungan pendanaan dari APBN maupun sumber non-APBN.
"Jumlah rumah yang akan dibedah di seluruh daerah di Indonesia meningkat signifikan dari sekitar 45 ribu unit pada 2025 naik menjadi sekitar 400 ribu unit pada 2026," kata Tito di Jayapura, Senin (22/6/2026).
Menurut Tito, penentuan daerah penerima bantuan dilakukan berdasarkan persentase rumah tidak layak huni dan jumlah masyarakat yang belum memiliki rumah.
Berdasarkan data pemerintah, wilayah Tanah Papua masih memiliki persentase yang cukup tinggi sehingga menjadi salah satu prioritas program.
Baca juga: Indonesia Amankan Pendanaan Rp275 Triliun dari AIIB hingga 2029, Dukung Proyek Pembangunan Nasional
"Berdasarkan data pemerintah, persentase tersebut masih tergolong tinggi di wilayah tanah Papua sehingga menjadi salah satu prioritas," ujarnya.
Ia menjelaskan, kunjungan ke Kampung Mosso, Distrik Muara Tami, Kota Jayapura, merupakan bentuk perhatian pemerintah terhadap Papua, khususnya kawasan perbatasan.
Untuk program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS), pemerintah menargetkan rehabilitasi terhadap 22.379 unit rumah di seluruh Tanah Papua.
"Dan untuk program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) akan menyasar 22.379 unit rumah di seluruh tanah papua. Ini merupakan peningkatan yang sangat signifikan," katanya.
Pelaksanaan rehabilitasi rumah dijadwalkan dimulai secara serentak pada 24 Juni 2026 dan ditargetkan selesai pada Agustus 2026.
Baca juga: Pemerintah Rencanakan Pembangunan 2.772 Km Jalur Kereta Api di Kalimantan
Sementara itu, Wali Kota Jayapura Abisai Rollo mengatakan Kota Jayapura mendapatkan alokasi 499 unit rumah dalam program bedah rumah dari Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman.
Menurutnya, Kampung Mosso dipilih sebagai lokasi pelaksanaan simbolis karena berada di kawasan perbatasan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: ANTARA