ilustrasi sewa atau beli rumah (freepik)
INDOZONE.ID - Harga rumah yang makin tinggi bikin banyak orang mulai mempertanyakan, lebih baik sewa atau beli?
Di satu sisi, punya rumah sendiri terasa lebih aman dan sering dianggap sebagai investasi jangka panjang.
Tapi di sisi lain, beban KPR yang panjang juga bisa membuat kondisi keuangan terasa berat.
Nah, supaya nggak salah langkah, ada beberapa pertimbangan penting yang perlu kamu pikirkan sebelum memutuskan. Berikut penjelasannya.
Narasi bahwa menyewa rumah adalah pemborosan sebenarnya kurang tepat.
Saat menyewa, kamu memang tidak memiliki aset di akhir masa kontrak, tapi kamu “membeli” fleksibilitas.
Selain itu kamu juga tidak ada beban utang jangka panjang, tidak perlu pusing dengan biaya perawatan besar, dan kamu bisa lebih leluasa pindah sesuai kebutuhan kerja atau gaya hidup.
Sebaliknya, membeli rumah lewat KPR berarti kamu mengunci komitmen finansial selama belasan hingga puluhan tahun.
Cicilan bulanan, bunga, pajak, hingga biaya perawatan harus diperhitungkan sejak awal.
Misalnya kamu membeli rumah seharga Rp800 juta dengan DP 20% (Rp160 juta), dan sisanya dibiayai KPR selama 20 tahun.
Dengan bunga rata-rata, total pembayaran bisa membengkak hingga Rp1,2-1,5 miliar tergantung fluktuasi suku bunga.
Bandingkan dengan menyewa rumah seharga Rp30 juta per tahun.
Baca juga: Beli Rumah Tahun 2026 Bisa Bebas PPN, Simak Syarat Lengkapnya!
Dalam 20 tahun, total biaya sewa sekitar Rp600 juta (belum termasuk kenaikan harga sewa).
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: NerdWallet, Banksinarmas