INDOZONE.ID - Penggunaan e-wallet sudah menjadi bagian dari gaya hidup anak muda. Mereka menggunakan e-wallet untuk transfer uang, belanja online, pembayaran tagihan, transaksi di toko offline, pesan antar makanan, hingga layanan transportasi online.
Tren ini terlihat dari survei Jakpat 2026 yang menunjukkan bahwa 1 dari 2 Gen Z menyimpan uang mereka di e-wallet. Secara demografis, kelompok usia 26-35 tahun menjadi pengguna dengan aktivitas transaksi tertinggi di e-wallet, diikutii oleh kelompok usia 18-25 tahun dan 36-45 tahun.
Seiring meningkatnya penggunaan e-wallet untuk bertransaksi, aspek keamanan menjadi hal yang tidak boleh diabaikan. Sistem keamanan yang kuat diperlukan untuk melindungi pengguna dari berbagai risiko kejahatan digital yang semakin marak terjadi.
Head of Strategy, Integrated Marketing Communication, Transport, OVO & Bank Asep Haekal menuturkan, di tengah meningkatnya aktivitas transaksi digital masyarakat, keamanan akun dan data pribadi menjadi salah satu aspek penting yang perlu diperhatikan oleh pengguna.
Baca juga: Uang Habis Nggak Jelas? Ini Cara Cepat Evaluasi Catatan Keuangan Manual Bulanan Kamu
Karena saat ini berbagai modus penipuan seperti social engineering, penyalahgunaan OTP, pengambilalihan akun, tautan palsu, hingga malware pada perangkat masih mengancam para pengguna layanan digital.
“Perlindungan transaksi tidak hanya bergantung pada kewaspadaan pengguna, tetapi juga pada sistem keamanan aplikasi yang bekerja secara berlapis,” ujarnya saat ditemui di Jakarta, baru-baru ini.
Dia menegaskan bahwa dalam penggunaan e-wallet, sistem keamanan aplikasi juga selalu diperkuat. Termasuk dari sisi perlindungan autentikasi bagi pengguna, Fraud Detection System (FDS), dan inovasi kecerdasan buatan (AI) yang bekerja di balik layar.
Menurut dia, ketiga sistem ini dirancang untuk membantu melindungi akun, data pribadi, serta kelancaran transaksi pengguna di ekosistem.
Baca juga: Mengenal Apa Itu Impulse Buying: Pahami Faktor Pemicunya Agar Keuangan Kamu Tetap Aman
“Kami akan terus memperkuat edukasi keamanan digital dan mengembangkan sistem perlindungan aplikasi agar masyarakat semakin percaya diri dalam menggunakan layanan keuangan digital untuk kebutuhan sehari-hari,” imbuh Asep.
Lebih lanjut, Asep juga membagikan tips aman bertransaksi menggunakan menggunakan e-wallet. Yuk simak ulasannya berikut ini.
Perlindungan autentikasi di sisi pengguna sangat penting diterapkan. Sistem ini membantu memastikan bahwa akses akun dan transaksi dilakukan oleh pemilik akun yang sah.
Langkah pertama adalah buat PIN sebagai kode rahasia transaksi, OTP untuk verifikasi akses akun, serta menggunakan autentikasi biometrik melalui fitur bawaan perangkat pengguna, seperti fingerprint atau face recognition.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan