Ilustrasi financial freedom, makna kekayaan baru versi gen z. (freepik)
INDOZONE.ID - Punya rumah, pekerjaan tetap, lalu pensiun dengan tenang selama puluhan tahun pernah dianggap sebagai gambaran hidup yang sukses.
Namun, cara pandang itu perlahan mulai bergeser. Semakin banyak Generasi Z kini justru menempatkan financial freedom atau kebebasan finansial sebagai tujuan yang lebih penting dibanding sekadar mengumpulkan aset.
Bagi banyak anak muda, kesuksesan tak lagi semata-mata diukur dari seberapa cepat mereka membeli rumah atau seberapa lama bertahan di satu perusahaan.
Yang lebih dicari adalah keleluasaan untuk menentukan arah hidup sendiri, mulai dari memilih pekerjaan, berpindah karier, hingga mengambil keputusan tanpa terus-menerus dibayangi persoalan keuangan.
Baca juga: Apa itu Pendapatan Nasional? Pahami Ragam Manfaat dan Konsepnya bagi Ekonomi Negara
Perubahan cara pandang ini dipengaruhi banyak hal. Harga rumah yang terus meningkat, pasar kerja yang semakin kompetitif, hingga perkembangan teknologi membuat banyak anak muda mulai mempertanyakan apakah rumus sukses yang selama ini dikenal masih relevan untuk dijalani.
Memiliki rumah tetap menjadi impian banyak orang. Namun, bagi sebagian Gen Z, rumah bukan lagi target yang harus dicapai secepat mungkin.
Sebagian memilih menyewa lebih dulu agar memiliki keleluasaan untuk berpindah kota ketika ada peluang kerja yang lebih baik.
Ada pula yang lebih memilih mengalokasikan uangnya ke investasi atau membangun usaha dibanding menghabiskannya untuk uang muka rumah. Bagi mereka, memiliki pilihan sering kali terasa lebih berharga daripada memiliki aset sejak dini.
Baca juga: Inklusi Keuangan Meningkat, Layanan Pembiayaan Digital Kian Mudah Diakses Masyarakat
Pandangan terhadap pekerjaan juga ikut berubah. Jika dulu bekerja di satu perusahaan hingga puluhan tahun dianggap sebagai simbol stabilitas, kini semakin banyak anak muda yang memilih memiliki lebih dari satu sumber penghasilan.
Mulai dari investasi, bisnis sampingan, pekerjaan lepas, hingga proyek pribadi menjadi cara untuk mengurangi ketergantungan pada satu gaji.
Perubahan ini juga didorong oleh semakin mudahnya akses terhadap investasi. Jika dulu investasi identik dengan modal besar dan proses yang rumit, kini berbagai aplikasi membuat siapa pun dapat mulai berinvestasi dengan modal yang jauh lebih terjangkau.
Laporan yang dikutip MarketWatch bahkan menunjukkan sekitar sepertiga Gen Z mulai berinvestasi sejak masih kuliah atau pada awal memasuki dunia kerja. Angka tersebut sekitar dua kali lebih tinggi dibanding generasi milenial pada usia yang sama.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Marketwatch.com