Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Jumat, 10 JULI 2026 • 15:50 WIB

Kemendag Dorong Program Diskon di Pusat Perbelanjaan, Dorong Daya Beli Produk Lokal

Kemendag Dorong Program Diskon di Pusat Perbelanjaan, Dorong Daya Beli Produk LokalIlustrasi Pusat Perbelanjaan. (Freepik)

INDOZONE.ID - Kementerian Perdagangan (Kemendag) menggencarkan berbagai program diskon di pusat perbelanjaan dan department store sebagai upaya menjaga daya beli masyarakat sekaligus mendorong penjualan produk dalam negeri.

Menteri Perdagangan Budi Santoso mengatakan langkah tersebut dilakukan sebagai respons terhadap hasil Survei Konsumen Bank Indonesia yang menunjukkan Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) pada Juni 2026 berada di level 117.

Baca juga: Mengenal Sistem Ekonomi Liberal dan Ciri-Ciri Utamanya

"Terkait dengan indeks keyakinan konsumen (IKK), makanya kenapa kami membuat program-program diskon di department store sebagai salah satu cara bagaimana merangsang pertumbuhan atau daya beli terhadap produk-produk domestik," ujar Budi, dikutip dari Antara.

Menurut Budi, sejumlah program promosi telah dijalankan bersama pelaku ritel, di antaranya Belanja di Indonesia Aja (BINA) menjelang Idulfitri, Idul Mubarak, hingga Merdeka Madness.

Program tersebut merupakan kolaborasi antara Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (HIPPINDO), Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI), dan Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo).

Baca juga: Mengenal Sistem Ekonomi Liberal dan Ciri-Ciri Utamanya

Selain menghadirkan program diskon, Kemendag juga melihat permintaan terhadap produk fashion lokal terus mengalami peningkatan. Budi menyebut permintaan produk dalam negeri saat ini naik sekitar 4,3 persen.

"Sekarang ini sebenarnya banyak porsi produk dalam negeri 60 persen. Pertama karena kualitasnya, tapi mungkin juga karena permintaan produk dalam negeri terus meningkat ya," ungkap Budi.

Sementara itu, Presiden Komisaris Metro Department Store Anita Ratnasari Tanjung mengatakan produk UMKM lokal kini semakin diminati masyarakat.

Menurutnya, pelaku UMKM mampu menghadirkan produk yang lebih kreatif, inovatif, dan mengikuti tren pasar, terutama untuk kalangan milenial dan generasi Z.

Anita menjelaskan Metro Department Store telah mengalokasikan sekitar 60 persen area penjualannya untuk produk dalam negeri. Seluruh produk, termasuk kategori fesyen, telah melalui proses kurasi sebelum dipasarkan kepada konsumen.

Baca juga: Pajak Pencairan JHT Bakal Dikaji Lagi, Pemerintah Minta Data Lengkap ke BPJS Ketenagakerjaan

Selain memperluas ruang bagi produk lokal, Metro juga terus mengembangkan jaringan tokonya ke berbagai daerah, seperti Karawang, Bandung, Depok, Surabaya, Solo, Makassar, hingga Manado.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Antara

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Kemendag Dorong Program Diskon di Pusat Perbelanjaan, Dorong Daya Beli Produk Lokal

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!