Ilustrasi Pengertian Nasabah Prioritas. (Freepik)
INDOZONE.ID - Belakangan ini jagat media sosial lagi ramai banget bahas soal privasi rekening koran salah satu selebriti tanah air.
Kejadian ini bikin banyak orang gagal fokus dan akhirnya bertanya-tanya, sebenarnya apa sih istimewanya jadi orang kaya di mata bank?
Buat kalian yang sering antre lama di bank cuma buat ganti kartu ATM atau sekadar setor tunai, mungkin istilah nasabah prioritas terdengar sangat mewah dan jauh dari jangkauan.
Berdasarkan ulasan dari kanal YouTube @Suara Rupa, yuk kita bedah tuntas apa itu layanan sultan di dunia perbankan biar kalian nggak penasaran lagi soal kasta-kasta yang ada di buku tabungan.
Baca juga: Bank Sentral: Pengendali Uang dan Penjaga Stabilitas Ekonomi Negara
Secara sederhana, pengertian nasabah prioritas adalah sebutan untuk kelompok nasabah yang mendapatkan karpet merah dari pihak bank.
Mereka bukan nasabah biasa yang harus ambil nomor antrean dan duduk berjam-jam di kursi tunggu.
Nasabah di kategori ini mendapatkan layanan eksklusif, eksekutif, dan pastinya super cepat.
Pihak perbankan sengaja memberikan servis level dewa ini sebagai bentuk apresiasi karena nasabah tersebut dianggap sebagai aset berharga bagi bank.
Jadi, kalau kalian melihat ada ruangan kaca yang estetik dan tenang dengan sofa empuk di dalam bank, itulah "playground" khusus bagi mereka yang menyandang status prioritas.
Kalau ditanya apa bedanya sama nasabah biasa, jawabannya ada pada kecepatan dan kenyamanan.
Nasabah biasa mungkin harus sabar menghadapi antrean panjang, sementara nasabah prioritas punya jalur khusus atau bahkan ruangan tersendiri.
Mereka biasanya didampingi oleh seorang personal relationship manager yang siap membantu segala urusan perbankan kapan saja tanpa perlu ribet.
Selain itu, akses ke berbagai fasilitas gaya hidup seperti lounge bandara atau promo diskon di restoran mewah seringkali jadi bumbu pelengkap yang tidak didapatkan oleh nasabah reguler.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: YouTube