Mendiang Rachmat Gobel. (Istimewa)
INDOZONE.ID - Kepergian seorang tokoh tidak hanya meninggalkan duka bagi keluarga, tetapi juga bagi lingkungan kerja dan industri yang pernah ia bangun. Hal itu turut dirasakan atas wafatnya Chairman Gobel Group, almarhum Dr. (H.C.) H. Rachmat Gobel, yang selama bertahun-tahun dikenal berkontribusi dalam perkembangan dunia usaha di Indonesia.
Dalam beberapa hari terakhir, sejumlah tokoh, pelaku usaha, hingga masyarakat menyampaikan ucapan belasungkawa atas wafatnya Rachmat Gobel. Banyak di antaranya juga membagikan pengalaman dan kesan selama mengenal almarhum, baik sebagai pemimpin perusahaan maupun pribadi yang dikenal dekat dengan berbagai kalangan.
Selain membangun perusahaan yang telah berkembang selama lebih dari tujuh dekade, Rachmat Gobel juga meninggalkan sejumlah nilai yang selama ini menjadi pedoman dalam menjalankan kegiatan usaha. Nilai-nilai tersebut dinilai berperan dalam membentuk arah dan budaya perusahaan hingga kini.
Baca juga: Merkantilisme: Sejarah, Ciri, Tokoh, dan Pengaruhnya Terhadap Sistem Ekonomi Modern
"Kami kehilangan seorang pemimpin yang telah memberikan teladan, dan inspirasi bagi Gobel Group. Namun Bapak Rachmat Gobel juga telah mempersiapkan sesuatu yang jauh lebih besar, yaitu fondasi perusahaan yang kuat, budaya yang hidup, serta nilai-nilai yang menjadi pedoman bagi seluruh keluarga besar Gobel Group," kata Hiramsyah S. Thaib, President Director & Group CEO Gobel Group.
"Cara terbaik kami menghormati beliau adalah dengan menjaga amanah tersebut dan terus melanjutkan cita-cita beliau agar Gobel Group senantiasa memberikan manfaat bagi masyarakat dan bangsa,” lanjutnya.
Salah satu nilai yang menjadi pegangan Gobel Group adalah Filosofi Pohon Pisang, yang diwariskan oleh pendiri perusahaan, almarhum Thayeb Mohammad Gobel.
Filosofi ini menggambarkan pentingnya memberi manfaat bagi sesama, sebagaimana setiap bagian pohon pisang memiliki kegunaan. Selain itu, pohon pisang juga melambangkan keberlanjutan karena hanya menyelesaikan siklus hidupnya setelah tunas baru tumbuh sebagai penerus.
Rachmat Gobel kemudian melanjutkan filosofi tersebut sebagai salah satu prinsip dalam menjalankan perusahaan. Baginya, keberlanjutan tidak hanya diukur dari perkembangan bisnis, tetapi juga dari kemampuan menyiapkan generasi penerus, memperkuat organisasi, serta menjaga agar perusahaan tetap memberikan manfaat bagi masyarakat.
Prinsip inilah yang melahirkan budaya Gobel Group bahwa setiap insan perusahaan memiliki peran untuk bertumbuh, saling menguatkan, berinovasi, dan bekerja dengan keyakinan bahwa kerja adalah bentuk pengabdian.
Hingga kini, perusahaan terus mengembangkan organisasi melalui penguatan tata kelola, inovasi, serta pengembangan sumber daya manusia.
Perusahaan juga telah memiliki sejumlah unit usaha yang bergerak di berbagai sektor dengan dukungan ribuan karyawan di seluruh Indonesia.
Dalam perkembangannya, regenerasi dipandang sebagai bagian penting dari keberlanjutan organisasi. Proses ini tidak hanya berkaitan dengan pergantian kepemimpinan, tetapi juga upaya mewariskan nilai, membangun karakter, serta mempersiapkan generasi penerus agar mampu melanjutkan tanggung jawab dan arah perusahaan.
Sebagai bagian dari proses regenerasi, M. Arif Rachmat Gobel mulai diperkenalkan dengan lingkungan perusahaan sejak usia muda.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Siaran Pers