Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Senin, 29 JUNI 2026 • 09:40 WIB

Biodiesel B50 Jadi Langkah Baru Pemerintah Kurangi Impor BBM dan Emisi Karbon

Biodiesel B50 Jadi Langkah Baru Pemerintah Kurangi Impor BBM dan Emisi KarbonIlustrasi pencampuran biodiesel ditingkatkan menjadi 50 persen (B50). (Istimewa)

INDOZONE.ID - Pemerintah terus mendorong upaya mencapai kemandirian energi dengan memperluas pemanfaatan bahan bakar nabati berbahan baku minyak sawit. Mulai 1 Juli 2026, kebijakan pencampuran biodiesel ditingkatkan menjadi 50 persen (B50). 

Langkah ini diambil untuk memperkuat ketahanan energi, mengurangi ketergantungan pada impor bahan bakar fosil, serta meningkatkan nilai ekonomi industri kelapa sawit nasional.

Penerapan mandatori B50 menjadi kelanjutan dari program biodiesel yang telah dijalankan dalam beberapa tahun terakhir. 

Kebijakan ini berperan dalam menekan impor solar sehingga membantu menghemat devisa negara, sekaligus mengurangi emisi karbon melalui penggunaan bahan bakar yang lebih ramah lingkungan. 

Baca juga: BPDP Tambah Kuota Beasiswa SDM Sawit 2026 Jadi 5.000 Penerima

Selain itu, program B50 juga mendukung stabilitas industri sawit nasional, meningkatkan penyerapan minyak sawit di dalam negeri, serta memberikan manfaat bagi kesejahteraan para pekebun sawit.

Berdasarkan data Kementerian ESDM, implementasi program biodiesel selama 2015-2025 telah menghasilkan penghematan devisa sebesar Rp722,9 triliun, menciptakan nilai tambah sebesar Rp114,7 triliun melalui pengolahan CPO menjadi biodiesel, mendukung penyerapan tenaga kerja hingga 10,9 juta orang di sektor sawit, serta berkontribusi pada pengurangan emisi gas rumah kaca sebesar 228,41 juta ton CO₂.

Capaian tersebut menunjukkan bahwa program biodiesel tidak hanya menjadi instrumen ketahanan energi nasional, tetapi juga penggerak pertumbuhan ekonomi, hilirisasi industri sawit, dan penciptaan lapangan kerja.

Direktur Utama BPDP, Eddy Abdurrachman, menjelaskan bahwa penerapan B50 mencerminkan sinergi antara kebijakan energi nasional dengan upaya pengembangan industri sawit yang produktif sekaligus berkelanjutan.

"Program biodiesel telah menjadi salah satu instrumen strategis dalam memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus menciptakan pasar domestik yang kuat bagi sawit Indonesia. Implementasi B50 menunjukkan komitmen pemerintah untuk terus meningkatkan pemanfaatan energi terbarukan berbasis sumber daya dalam negeri," ujarnya dalam keterangan pers yang diterima di Jakarta, Senin (29/6/2026).

Keberhasilan program B50 turut didukung oleh penguatan sektor hulu yang terus dilakukan. Selain mendukung biodiesel, BPDP juga menjalankan berbagai program, seperti Peremajaan Sawit Rakyat (PSR), pengembangan SDM, riset, serta penyediaan sarana dan prasarana untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing industri sawit nasional.

Melalui program PSR, BPDP berupaya meningkatkan produktivitas kebun rakyat dengan mengganti tanaman yang sudah tidak produktif menggunakan bibit unggul. 

Selain itu, dukungan terhadap riset dan pengembangan terus dilakukan untuk menghasilkan inovasi yang mampu meningkatkan produktivitas, efisiensi, kualitas produk, serta mendukung keberlanjutan industri sawit nasional.

Dukungan sarana dan prasarana perkebunan terus diperkuat guna meningkatkan efisiensi usaha perkebunan rakyat serta memperbaiki tata kelola sektor perkebunan secara keseluruhan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Siaran Pers

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Biodiesel B50 Jadi Langkah Baru Pemerintah Kurangi Impor BBM dan Emisi Karbon

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!