INDOZONE.ID - Istilah sandwich generation biasanya dipakai untuk orang yang sudah punya keluarga sendiri, tapi di saat yang sama juga masih harus membantu atau menanggung kebutuhan orang tua.
Nggak heran kalau banyak orang yang ada di posisi ini sering merasa capek, terutama dalam mengatur keuangan.
Kondisi seperti penghasilan yang harus dibagi ke banyak kebutuhan, membuat generasi sandwich malah sering lupa memikirkan dirinya sendiri.
Padahal kalau keuangan nggak diatur dengan baik, lama-lama bisa membuat kewalahan.
Baca juga: Cara Bijak Mengatur Belanja Lebaran Agar Keuangan Keluarga Tetap Aman
Cara Mengatur Keuangan untuk Sandwich Generation
Nah, agar keuangan tetap aman dan nggak bikin stres, ada beberapa tips yang bisa kamu coba.
1. Cek Kondisi Keuangan
Langkah awal yang krusial adalah memahami posisi keuangan kamu saat ini. Catat semua aset yang dimiliki, mulai dari tabungan, piutang, utang, hingga aset fisik seperti kendaraan atau rumah.
Dengan tahu angka pastinya, kamu bisa menyusun rencana pengeluaran yang lebih realistis dan tahu persis sampai di mana batas kemampuan kalian dalam membantu orang lain.
Baca juga: Cara Bijak Mengatur Uang THR Anak, Sekalian Belajar Menabung
2. Bantu Orang Tua Merancang Masa Tua
Jika orang tua masih bekerja, tidak ada salahnya mulai mengajak mereka ngobrol soal rencana masa pensiun.
Walaupun topik uang kadang terasa sensitif, diskusi ini penting agar kalian bisa membantu mereka memetakan kebutuhan di masa depan.
Perencanaan yang matang sejak awal akan membantu meminimalisir lonjakan biaya mendadak saat mereka sudah tidak bekerja lagi nanti.
3. Terbuka soal Limit Finansial
Salah satu pemicu stres terbesar bagi sandwich generation adalah kurangnya komunikasi jujur dalam keluarga.
Terkadang orang tua atau keluarga besar mengira kalian selalu memiliki dana berlebih, padahal situasinya mungkin keterbalikannya.
Mulailah lebih terbuka tentang kondisi finansial kalian kepada keluarga. Komunikasi yang jujur membantu semua pihak memahami mana kebutuhan yang benar-benar prioritas dan mana yang bisa ditunda.
Baca juga: Punya Gaji Rp5 Juta Bisakah Beli Mobil? Ini Cara Mengelola Keuangannya
4. Siapkan Dana Darurat dan Proteksi
Situasi tak terduga bisa datang kapan saja, baik pada keluarga kecil maupun pada orang tua. Oleh karena itu, dana darurat menjadi wajib.
Meski sulit, usahakan menyisihkan sedikit demi sedikit. Selain itu, pastikan semua anggota keluarga terproteksi oleh asuransi kesehatan.
Jika tanggungan asuransi swasta terasa berat, pastikan layanan BPJS Kesehatan kamu dan orang tua selalu aktif sebagai pengaman utama.
5. Pisahkan Anggaran secara Jelas
Agar keuangan tidak tercampur, buatlah pos anggaran yang terpisah antara kebutuhan keluarga inti dan alokasi bantuan untuk orang tua. Cara ini efektif untuk memantau pengeluaran.
Baca juga: Apa Itu Impulsive Buying? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya agar Keuangan Tetap Sehat
Dengan adanya anggaran yang sudah dirancang, kamu jadi lebih mudah mengontrol prioritas harian tanpa harus merasa keberatan.
6. Fokus Putus Rantai Generasi Sandwich
Sambil membantu orang tua, jangan sampai kamu lupa menyiapkan masa pensiun sendiri. Tetaplah disiplin menabung dan berinvestasi untuk hari tua kalian nanti.
Dengan memiliki dana pensiun yang cukup, kamu sudah berhasil memutus rantai sandwich generation demi masa depan anak-anak yang lebih mandiri secara finansial.
Baca juga: Ingin Masa Tua Tenang? Ini 5 Cara Efektif Merencanakan Dana Pensiun dari Sekarang
Menjadi sandwich generation memang bukan hal yang mudah. Namun dengan pengelolaan keuangan yang lebih rapi dan komunikasi yang baik dalam keluarga, semuanya tetap bisa dijalani dengan lebih ringan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Kemenkeu