Talkshow bersama dua nasabah PNM dan moderator Marissa Anita. (INDOZONE/Nadya Mayangsari)
INDOZONE.ID - PT Permodalan Nasional Madani (PNM) baru saja menggelar acara Iftar PNM bersama media bertajuk "Lentera dalam Makna".
Kegiatan ini menjadi momen untuk memperkenalkan lebih dekat peran PNM, sekaligus menghadirkan kisah inspiratif dari para nasabahnya.
Melalui workshop baking bersama nasabah PNM Mekaar, para peserta berkolaborasi membuat serta mengemas kue nastar agar terlihat lebih profesional.
Aktivitas ini bukan sekadar pelatihan biasa, karena seluruh hasil olahan kue tersebut didonasikan kepada Yayasan Panti Rumah Azaki. Inisiatif ini merupakan bagian dari aksi sosial PNM untuk berbagi kebahagiaan di bulan Ramadhan.
Baca juga: Tumbuh Bersama PNM, Perempuan Gerakkan Ekonomi Keluarga hingga Komunitas
Setelah workshop, para peserta diajak mengikuti office tour untuk mengenal lebih dekat lingkungan kerja sekaligus layanan yang dimiliki oleh PNM.
Pada kesempatan ini, PNM memaparkan dua pilar layanan modalnya, yakni PNM Mekaar dan ULaMM. PNM Mekaar hadir sebagai solusi pembiayaan berbasis kelompok yang dikhususkan bagi kaum perempuan prasejahtera melalui pinjaman skala kecil tanpa jaminan.
Di sisi lain, ULaMM atau Unit Layanan Modal Mikro difokuskan untuk mendukung perorangan atau badan usaha mikro-kecil, yang telah memiliki basis usaha lebih kuat dan memerlukan dukungan modal dengan sistem agunan.
Memasuki acara inti, digelar talkshow bertema "Lentera Perempuan Berdaya: Ketika Usaha Kecil Menjadi Cahaya Besar" yang menghadirkan Tati Mulyani (Ketua Kelompok PNM Mekaar Sumedang) dan Sri Wahyuningsih (Ketua Kelompok PNM Mekaar Lampung).
Kedua narasumber membagikan transformasi kehidupan mereka setelah mendapatkan dukungan dari PNM.
Salah satu narasumber, Tati, menceritakan pengalamannya mengelola usaha sembako yang dimulai sejak tujuh tahun silam.
Berawal dari plafon kredit perdana sebesar Rp3.000.000, Tati menegaskan bahwa keterlibatannya di PNM didorong oleh tekad kuat untuk memenuhi biaya sekolah buah hatinya.
"Awalnya saya ingin bergabung karena ingin membiayai anak. Sekarang saya bangga karena bisa memenuhi kebutuhan anak-anak dan meningkatkan ekonomi keluarga menjadi lebih baik. Itu semua berkat PNM," ujar Tati di Jakarta, Rabu (11/3/2026).
Sementara itu, Sri mulai menggeluti bisnis basreng sejak tahun 2023 dengan dukungan modal awal Rp3.000.000 dari PNM. Bagi Sri, PNM bukan sekadar penyedia modal, melainkan pembuka jalan bagi perubahan besar dalam hidupnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan