Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Kamis, 04 JUNI 2026 • 15:55 WIB

Rupiah Melemah, UKM Konveksi Pakaian Dalam di Klaten Nyaris Menyerah

Rupiah Melemah, UKM Konveksi Pakaian Dalam di Klaten Nyaris MenyerahUKM konveksi pakaian dalam di Klaten terpukul pelemahan rupiah. (Edelweis Ratushima)

INDOZONE.ID - Pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) konveksi pakaian dalam di Klaten, Jawa Tengah, terkena dampak perang global dan melemahnya rupiah. Sampai saat ini, harga bahan baku kain dan plastik terus merangkak naik.

Salah satu pelaku usaha konveksi pakaian dalam, Fakhruddin (58 tahun), warga Dukuh/Desa Tempursari, Kecamatan Ngawen, Klaten, Jawa Tengah, mengalami kenaikan harga-harga tersebut.

Dirinya menceritakan, harga bahan baku berupa kain, kolor elastis, dan plastik pembungkus, sudah naik harganya sejak bulan Maret 2026.

Ia mencontohkan, untuk harga plastik sekarang Rp52.000 per kilogramnya, yang semula Rp30.000. Harga kain dan elastis juga naik sekitar Rp10.000 per kilogramnya.

Baca juga: Bangkit dari Dampak PHK saat Pandemi, Ibu Ila Kembangkan Usaha Jahit Berkat PNM Mekaar

Dari kenaikan bahan-bahan tersebut, otomatis pengeluarannya dia juga bertambah. Misal, yang semula belanja habis Rp50 juta dengan jumlah barang yang sama, kini naik menjadi Rp60 juta. 

"Semua bahan naik, sehingga setiap bulannya 'nomboknya' juga lumayan banyak, hal ini tentu saja sangat memberatkan para pelaku UKM seperti kami-kami ini," kata Fakhruddin saat ditemui di rumah produksinya, Kamis (4/6/2026).

Selain harus 'nombok' pengeluaran, permintaan pasar juga lesu atau menurun. Yang biasanya ia bisa menjual 100 lusin setiap bulannya, kini menurun hingga 50 persen.

"Permintaan pasar juga lesu, sehingga hal ini juga mempengaruhi pemasukan uang kami," jelasnya.

Baca juga: Dari Bertahan Hidup hingga Berprestasi, Eros Rosita Kembangkan Usaha Bersama PNM Mekaar

Ia berharap, pemerintah segera turun tangan menstabilkan harga-harga, agar pelaku usaha bisa bertahan untuk menghidupi keluarganya.

Dirinya menceritakan, usaha yang ia geluti ini sudah berjalan puluhan tahun, usaha warisan orangtua. 

"Ini usaha turun temurun dari orangtua dulu, kami memproduksi pakaian dalam karena kebutuhannya bisa setiap hari, tidak tergantung musim," tandasnya.

Nama konveksinya Nafisa, memproduksi pakaian dalam wanita, seperti celana dalam berbagai ukuran, bra, pakaian bayi, dan sebagainya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Rupiah Melemah, UKM Konveksi Pakaian Dalam di Klaten Nyaris Menyerah

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!