INDOZONE.ID - Pelaku UMKM semakin banyak yang memasarkan produknya di marketplace karena praktis dan sudah pasti cuan. Banyak pemilik brand lokal yang sukses dari berbagai lini produk yang mendukung gaya hidup masyarakat.
Marketplace di Indonesia terus tumbuh meskipun ekonomi sedang sulit. Kemudahan akses, meningkatnya penggunaan internet, dan kebiasaan belanja digital membuat marketplace menjadi sarana penting bagi UMKM untuk memasarkan dan menjual produk mereka.
Meski ada banyak peluang cuan, banyak pelaku UMKM yang mengeluh soal tingginya biaya admin, persaingan yang ketat, biaya promosi yang meningkat, dan tingginya biaya logistik yang membuat keuntungan jualan berkurang.
Situasi inilah yang kemudian mendorong banyak pelaku usaha mencari strategi agar tetap bisa bertahan sekaligus tumbuh secara berkelanjutan di ekosistem digital.
Baca juga: SBY: UMKM Penopang Ekonomi Negara di Tengah Situasi Ketidakpastian Global
Merespons kondisi tersebut, INFOBRAND menggelar forum diskusi dan wawasan bisnis melalui The 39th INFOBRAND FORUM 2026 dengan tema “Tantangan Marketplace 2026: Menjaga Pertumbuhan di Tengah Persaingan Digital.”
Sebagai awalan, CEO TRAS N CO Indonesia, Tri Raharjo, mengatakan bahwa Digital Brand Awareness penting untuk diperhatikan para pelaku UMKM jika ingin brand-nya lebih dikenal luas.
Banyaknya ulasan di halaman internet dan banyaknya pencarian di internet dapat menambah kepercayaan masyarakat saat ingin membeli satu produk.
“Dengan pondasi riset yang kuat dan metode yang terukur seperti ini menjadi kekuatan brand di marketplace, sekaligus menjadi momentum penting dalam mendorong pertumbuhan brand yang lebih kompetitif, adaptif, dan relevan di pasar digital Indonesia,” ujarnya Tri Raharjo di Jakarta.
Baca juga: Resmi! PPh Final UMKM 0,5 Persen Kini Berlaku Tanpa Batas Waktu
Tidak hanya menghadirkan sesi sharing dan diskusi, dalam rangkaian kegiatan tersebut juga mengumunkan Brand Choice Award 2026. Para pelaku UMKM mendapat pengakuan yang baik setelah berhasil merebut hati masyarakat di marketplace.
Susilowati Ningsih selaku pengamat Ekonomi juga mendorong pelaku UMKM untuk terus mengoptimalkan transformasi digital, dengam meningkatkan strategi pemasaran dan penjualannya. Ia berharap pengakuan ini bisa meningkatkan pertumbuhan bisnis berkelanjutan.
“Dengan semangat tersebut, kami mendorong lahirnya strategi pemasaran yang lebih adaptif, inovatif, dan berorientasi pada kebutuhan konsumen di era digital yang terus berkembang,” ucap Susilowati.
Dalam kesempatan ini, Susilowati memberikan pengakuan kepada deretan brand lokal seperti Nutrifarm untuk kategori Cuka Apel, White Inc – Body Lotion, Motul – Oli Mobil, LG – AC, Nutrifarm – Madu, Mom Uung – Pompa Asi, Cuddle Me – Gendongan Bayi, Motul – Oli Motor, Agree – Singlet, Momaz – Gendongan Bayi, Gendes – Feminine Care, ISKU – Gerinda, New Lushine Beauty – BodyPeeling, Best Honey – Cuka Apel, Glowies – Eyelash Serum, BS Honey – Madu, Cetaphil – Baby Shampo, Bizmo –Pembersih Kamar Mandi, Radaza Dmamam – Chicken Nugget, dan Parklon – Playmate.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan