Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Rabu, 22 JULI 2026 • 07:59 WIB

Reformasi Subsidi Energi Dinilai Makin Mendesak

Reformasi Subsidi Energi Dinilai Makin MendesakReformasi subsidi energi dinilai mendesak demi APBN yang lebih sehat, subsidi tepat sasaran, dan percepatan transisi energi. (Indozone/Rachmat Fahzry)

INDOZONE.ID - Reformasi subsidi energi dinilai semakin mendesak karena menyangkut kesehatan anggaran negara, ketahanan energi, hingga percepatan transisi menuju energi bersih.

Program ini bukan sekadar menaikkan harga BBM, melainkan membenahi sistem agar subsidi benar-benar diterima masyarakat yang berhak.

Secara sederhana, reformasi subsidi energi adalah perubahan sistem penyaluran subsidi agar lebih tepat sasaran, efisien, dan tidak membebani APBN secara berlebihan.

Tujuannya bukan menghapus bantuan, melainkan memperbaiki cara negara memberikan perlindungan kepada masyarakat.

Subsidi Energi Bukan Sekadar soal Harga BBM

Konflik geopolitik, termasuk di sekitar Selat Hormuz, memperlihatkan betapa rentannya Indonesia terhadap gejolak harga energi dunia.

Baca juga: Pakar ITB Nilai Implementasi B50 Bisa Perkuat Ketahanan Energi Nasional

Belanja subsidi dan kompensasi energi yang mencapai sekitar Rp233 triliun menjadi salah satu alasan mengapa pembenahan dinilai sulit ditunda.

Jika anggaran terus membengkak, ruang pemerintah untuk membiayai sektor lain bisa ikut tertekan.

Senior Policy Advisor IISD Anissa Suharsono, Anissa Suharsono menilai persepsi tersebut memang perlu diubah.

Menurutnya, reformasi bukan berarti mencabut bantuan, melainkan memperbaiki keseluruhan sistem.

"Kalau kita membicarakan reformasi subsidi energi, jangan langsung diartikan sebagai kenaikan harga. Ini adalah reformasi sistem secara keseluruhan," ujar Anissa.

Ia menjelaskan prosesnya dimulai dari pembenahan data penerima manfaat, penyusunan mekanisme kompensasi, komunikasi publik yang terbuka, hingga penyediaan saluran pengaduan setelah kebijakan berjalan.

Berdasarkan pengalaman sejumlah negara, termasuk India, proses seperti ini idealnya dilakukan bertahap selama lima hingga sepuluh tahun.

Kenapa Reformasi Subsidi Energi Dianggap Penting?

Head of Center of Industry, Trade and Investment INDEF Andri Satrio Nugroho, menilai anggaran subsidi energi tumbuh lebih cepat dibanding beberapa belanja produktif seperti pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Reformasi Subsidi Energi Dinilai Makin Mendesak

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!