Ilustrasi Mata Uang Rupiah (bdb-pwt.telkomuniversity.ac.id)
INDOZONE.ID - Apa sebenarnya yang membuat nilai rupiah kita kadang menguat tajam, dan di lain waktu justru melemah terhadap dolar AS?
Secara sederhana, nilai tukar mata uang melemah ketika permintaan terhadap mata uang asing lebih tinggi dibandingkan permintaan terhadap rupiah.
Kondisi tersebut dipengaruhi oleh kombinasi faktor kebijakan dalam negeri dan kondisi ekonomi global.
Berikut enam faktor utama yang menjadi penyebab kenapa nilai rupiah bisa melemah.
Baca juga: Pemerintah Buka Peluang Ekspor Ayam dan Telur ke China hingga Timur Tengah
Inflasi mencerminkan laju kenaikan harga barang dan jasa. Negara dengan tingkat inflasi yang lebih rendah cenderung memiliki mata uang yang lebih stabil karena daya beli masyarakatnya terjaga.
Apabila inflasi Indonesia lebih tinggi dibandingkan negara Amerika Serikat, maka nilai rupiah akan tergerus lebih cepat.
Akibatnya, untuk membeli barang yang sama dibutuhkan rupiah dalam jumlah lebih banyak, sehingga nilai tukar rupiah terhadap dolar AS melemah.
Suku bunga merupakan daya tarik utama bagi investor global. Ketika Bank Sentral Amerika Serikat atau The Fed menetapkan suku bunga lebih tinggi dari Bank Indonesia, investor cenderung memindahkan dananya ke AS untuk mendapatkan imbal hasil yang lebih besar.
Baca juga: Cara Jadi Jutawan dengan Kekuatan Compound Interest yang Bikin Uang Kerja Sendiri
Aliran modal keluar ini meningkatkan permintaan dolar AS, sehingga rupiah melemah. Oleh karena itu, selisih suku bunga Bank Indonesia dan bank sentral Amerika, seringkali menjadi perhatian para pengamat pasar modal.
Tingkat utang pemerintah dan jadwal jatuh temponya berpengaruh pada kepercayaan investor. Jika investor menilai kondisi fiskal negara terbebani, kepercayaan terhadap ekonomi Indonesia dapat menurun.
Penurunan kepercayaan ini membuat investor lebih berhati-hati dan seringkali permintaan aset mata uang dolar AS meningkat, sehingga menjadi penyebab rupiah melemah.
Pelemahan rupiah secara langsung berdampak pada meningkatnya harga barang impor, inflasi, dan biaya utang luar negeri.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Pegadaian.co.id