INDOZONE.ID - Memanasnya situasi geopolitik dunia yang menyebabkan nilai rupiah melemah, menghantam sektor usaha di manapun, baik usaha kecil, menengah, maupun besar. Salah satu yang terdampak adalah produsen handuk Lumintu yang berada di Desa Janti, Kecamatan Polanharjo, Klaten, Jawa Tengah.
Pemilik usaha, Feri Lusianto menjelaskan, ditempatnya ini memproduksi aneka handuk dan kain ihram yang bahan bakunya benang import. Selama ini dirinya dipasoki dari Semarang.
Dalam satu bulan, pabrik Lumintu membutuhkan 15-20 ball benang, baik itu benang katun maupun tc (teteron catton). Selain itu, kebutuhan penunjang lainnya seperti plastic, pewarna, bahan kimia, dan lain-lain juga mengalami kenaikan harga.
Untuk harga benang katun yang semula harganya Rp7,5 juta kini naik menjadi Rp8 juta lebih per-ballnya. Sedang untuk benang TC yang semula Rp5 juta kini naik menjadi Rp5,7 juta. Per ball benang itu berisi 141 kilogram. Untuk harga plastik dan bahan kimia lonjakan harganya juga lumayan, namun Feri tidak begitu hapal.
Baca juga: Harga Bahan Pokok Naik: Cabai Rp60 Ribu, Telur Rp31 Ribu, Daging Ayam Ikut Terdampak
Naiknya semua harga bahan baku ini, membuat Feri dan istrinya (Dianawati) yang mengelola pabrik tersebut, tidak begitu mempengaruhi laju usahanya. Pabrik tetap berproduksi meskipun keuntungan menurun.
“Syukur Alhamdulillah, meskipun situasi geopolitik sedang seperti ini yang mempengaruhi semua harga bahan baku naik, pabrik kami tetap berproduksi. Masalah keuntungan, saya yakin pasti nanti ada gantinya dari sisi lain. Pengaruhnya di kami ya itu, keuntungan menurun,” jelas Feri tersenyum, saat ditemui di showroomnya, Sabtu (7/6/2026).
Meskipun harga bahan baku naik, tidak serta merta harga jual ia naikkan. Karena apa? Selama ini pihaknya sudah bekerjasama dengan berbagai rumah sakit yang sudah tanda tangan kontrak sejak awal dengan harga lama. Sehingga untuk ganti harga perlu waktu. Namun untuk mengurangi kerugian yang besar, untuk harga eceran tetap ia menaikkan sekitar Rp2000 per potong.
“Untuk harga eceran ke pengunjung, kami naikkan sekitar Rp2000 per potong. Yang semula Rp10.000 misalnya, kami naikkan menjadi Rp12.000, dan seterusnya,” katanya.
Dalam sehari, pabrik ini bisa menghasilkan 5000 potong handuk berbagai ukuran, dari yang terkecil untuk waslap, maupun handuk ukuran besar. Harga termurah di sini Rp2000 sampai termahal Rp100.000. Sedang untuk kain ihram di atas Rp100.000.
Pemasaran handuk selain ke berbagai rumah sakit, juga memenuhi permintaan pasar sampai ke luar Jawa.
Produsen Handuk Lumintu di Klaten. (Edelweis Ratushima/Z Creators)
Pabrik handuk Lumintu 101 ini juga melayani kunjungan siswa untuk outing class, maupun kunjungan instansi lainnya. Bagi para siswa yang berkunjung, akan mendapatkan pengetahuan dan melihat secara langsung proses pembuatan handuk. Ada pengenalan mesin, pengenalan jenis benang, proses pemintalan, dan sebagainya.
“Dengan melihat proses produksi handuk, para siswa merasa senang karena memperoleh pengetahuan baru secara langsung,” ucapnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan