INDOZONE.ID - Menteri Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman menyatakan Klinik UMKM Bangkit dibuat guna mempercepat pemulihan usaha terdampak bencana di Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat paling lama dalam jangka waktu paling lama satu tahun.
Dalam lawatannya ke Kabupaten Aceh Tamiang pada Selasa (30/12), Maman menyampaikan bahwa proses pendataan dan pemetaan UMKM yang terdampak akan dilakukan hingga Maret 2026, sebelum memasuki tahap penyaluran bantuan pembiayaan, relaksasi kredit, dan dukungan permodalan usaha.
"Dikomandani pemerintah daerah, klinik ini bertugas mengurus layanan pembiayaan dengan memastikan UMKM terdampak bencana yang terdata dan memiliki tanggungan kredit di bank mendapatkan relaksasi pinjaman serta kecukupan modal usaha," kata Maman dalam siaran pers kementerian yang diterima di Jakarta, dikutip dari ANTARA, Rabu (31/12/2025).
Baca juga: Pedagang Terompet dan Kembang Api di Pasar Gembrong Ngeluh Sepinya Pembeli Jelang Tahun Baru 2026
Tak hanya menyediakan akses pembiayaan, Maman menambahkan bahwa Klinik UMKM Bangkit juga dirancang sebagai etalase produk unggulan UMKM dari tiga provinsi yang terdampak.
Berbagai produk lokal itu nantinya akan dipasarkan baik di tingkat regional maupun nasional, guna menggerakkan roda ekonomi pelaku usaha sekaligus memenuhi kebutuhan masyarakat luas.
Langkah itu diklaim mampu mendongkrak kembali ekonomi di wilayah terdampak bencana.
Selain itu, ia memaparkan bahwa di klinik juga akan disediakan layanan produksi supaya UMKM yang usahanya terhenti bisa melanjutkan kegiatan usahanya. Peralatan produksi sesuai kebutuhan akan difasilitasi melalui layanan ini.
Maman menegaskan bahwa pemerintah, melalui sinergi antara Kemenko Perekonomian, Kementerian Keuangan, dan OJK, telah merampungkan regulasi yang bertujuan memberikan relaksasi kredit bagi pelaku UMKM yang masih memiliki tunggungan.
Baca juga: Mendag Pastikan Kerja Sama Indonesia-EAEU FTA Bakal Berpihak ke UMKM
Klinik UMKM Bangkit akan berdiri di delapan titik di tiga provinsi terdampak banjir, yakni Banda Aceh, Pidie, Aceh Utara, Aceh Tamiang, dan Pidie Jaya di Aceh; Medan dan Tapanuli Tengah di Sumatera Utara; serta Padang di Sumatera Barat.
"Insyaallah perangkatnya sudah disiapkan hingga ekonomi UMKM di Aceh dan wilayah lain pulih dan normal kembali,” ujar Maman.
Di sisi lain, reaktivasi Pasar Pagi Kuala Simpang di Aceh Tamiang tengah dilakukan pemerintah untuk memulihkan aktivitas ekonomi pedagang dan memudahkan akses kebutuhan warga.
Sebagai langkah awal, 140 tenda bantuan telah disiapkan, dengan target penambahan 200 unit tenda lagi guna mengakomodasi lebih banyak pedagang di lokasi sementara tersebut.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: ANTARA