Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Selasa, 09 JUNI 2026 • 15:40 WIB

BI Naikkan Suku Bunga Acuan Jadi 5,50 Persen, Fokus Jaga Rupiah dan Kendalikan Inflasi

BI Naikkan Suku Bunga Acuan Jadi 5,50 Persen, Fokus Jaga Rupiah dan Kendalikan InflasiGubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengikuti rapat kerja dengan Komisi XI DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta. (ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha)

INDOZONE.ID - Bank Indonesia (BI) kembali menaikkan suku bunga acuan atau BI-Rate sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 5,50 persen, dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) mingguan yang digelar pada Selasa (9/6/2026). Kebijakan tersebut diambil untuk memperkuat stabilisasi nilai tukar rupiah, sekaligus menjaga inflasi tetap berada dalam sasaran yang telah ditetapkan.

Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, kenaikan suku bunga juga ditujukan untuk meningkatkan imbal hasil instrumen keuangan domestik sehingga dapat menarik kembali aliran investasi portofolio asing ke Indonesia.

Menurut Perry, hasil evaluasi sejak RDG Bulanan pada 19-20 Mei 2026 menunjukkan pergerakan nilai tukar rupiah lebih lemah dibandingkan perkiraan sebelumnya. 

Baca juga: Rupiah Melemah, UKM Konveksi Pakaian Dalam di Klaten Nyaris Menyerah

Selain dipengaruhi ketidakpastian global yang masih berlangsung dan tingginya kebutuhan valuta asing di dalam negeri, pelemahan rupiah juga dipicu oleh keluarnya investasi portofolio asing dari pasar keuangan Indonesia.

"Sehubungan dengan itu, Bank Indonesia memandang perlu untuk menempuh langkah-langkah lanjutan guna memperkuat stabilisasi nilai tukar rupiah, dengan meningkatkan kembali imbal hasil dan sejumlah insentif lain untuk mendorong masuknya aliran investasi asing," kata Perry.

Ia menjelaskan, langkah penguatan nilai tukar rupiah diperlukan untuk menjaga ketahanan eksternal perekonomian Indonesia, sekaligus memastikan target inflasi pada 2026 dan 2027 tetap tercapai.

Sejalan dengan kenaikan BI-Rate, Bank Indonesia juga menaikkan suku bunga Deposit Facility menjadi 4,50 persen dan suku bunga Lending Facility menjadi 6,25 persen.

Baca juga: Rupiah Tembus Rp18 Ribu per Dolar AS, Ini Penyebabnya Menurut Analis

Perry menuturkan RDG mingguan merupakan bagian dari mekanisme yang dijalankan Bank Indonesia untuk mengevaluasi implementasi bauran kebijakan yang telah diputuskan dalam RDG Bulanan, sesuai ketentuan yang berlaku.

Sementara itu, nilai tukar rupiah pada Selasa pagi dibuka di level Rp18.134 per dolar Amerika Serikat (AS).

Sebelumnya, pada penutupan perdagangan Senin sore, rupiah tercatat melemah 152 poin atau 0,84 persen menjadi Rp18.188 per dolar AS dibandingkan posisi sebelumnya di Rp18.036 per dolar AS.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: ANTARA

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

BI Naikkan Suku Bunga Acuan Jadi 5,50 Persen, Fokus Jaga Rupiah dan Kendalikan Inflasi

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!