Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Kamis, 04 JUNI 2026 • 11:20 WIB

Rupiah Tembus Rp18 Ribu per Dolar AS, Ini Penyebabnya Menurut Analis

Rupiah Tembus Rp18 Ribu per Dolar AS, Ini Penyebabnya Menurut AnalisIlustrasi nilai tukar rupiah terhadap dollar AS. (ANTARA FOTO/Darryl Ramadhan)

INDOZONE.ID - Nilai tukar rupiah kembali melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Pada perdagangan Kamis (4/6/2026) pagi, rupiah tercatat turun 0,27 persen hingga menyentuh level Rp18.015 per dolar AS.

Angka tersebut menjadi salah satu posisi terlemah rupiah dalam beberapa waktu terakhir sekaligus menandai tembusnya level psikologis Rp18.000 per dolar AS yang selama ini menjadi perhatian pelaku pasar.

Menurut Analis Mata Uang Doo Financial Futures, Lukman Leong, pelemahan rupiah dipicu kombinasi tekanan dari faktor global dan domestik.

"Rupiah diperkirakan akan melemah terhadap dolar AS yang menguat di tengah tensi geopolitik yang meningkat di Timur Tengah," kata Lukman seperti dilansir Antara, Kamis (4/6/2026).

Baca juga: 1 Dolar Berapa Rupiah? Cek Konversi dan Sejarah Lengkapnya

Dolar AS Menguat karena Faktor Global

Salah satu faktor utama yang menekan rupiah adalah meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Kondisi ini membuat investor cenderung mencari aset yang dianggap lebih aman, termasuk dolar AS.

Selain itu, sejumlah data ekonomi Amerika Serikat yang dirilis baru-baru ini juga menunjukkan hasil yang lebih baik dari perkiraan pasar.

Data ketenagakerjaan AS yang kuat serta meningkatnya aktivitas sektor jasa berdasarkan indeks Institute for Supply Management (ISM) membuat optimisme terhadap ekonomi AS kembali meningkat.

Situasi tersebut mendorong permintaan dolar AS semakin tinggi, sehingga mata uang negara berkembang, termasuk rupiah, ikut tertekan.

Sentimen Dalam Negeri Belum Kuat

Tak hanya faktor eksternal, kondisi dalam negeri juga dinilai belum mampu memberikan sentimen positif yang cukup kuat untuk menopang pergerakan rupiah.

Meski demikian, Lukman menilai pelemahan rupiah berpotensi tertahan karena adanya langkah stabilisasi dari Bank Indonesia (BI).

Dengan posisi rupiah yang kembali mendekati level psikologis baru, BI diperkirakan akan meningkatkan intervensi di pasar keuangan guna menjaga stabilitas nilai tukar.

"Sentimen domestik yang masih buruk, namun kembali mendekati level psikologi baru, kemungkinan Bank Indonesia akan mengintervensi secara agresif," tambahnya.

Baca juga: Benarkah Rupiah Melemah Tak Berdampak pada Warga Desa? Simak Penjelasannya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Antara

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Rupiah Tembus Rp18 Ribu per Dolar AS, Ini Penyebabnya Menurut Analis

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!