INDOZONE.ID - Presiden Prabowo Subianto menilai situasi global yang penuh ketidakpastian justru menjadi momentum bagi Indonesia untuk mempercepat rencana mewujudkan swasembada pangan dan energi nasional. Menurutnya, krisis global yang terjadi di berbagai negara dapat menjadi peluang bagi Indonesia untuk memperkuat kemandirian nasional.
Prabowo mengatakan krisis yang terjadi di dunia, termasuk dampak konflik geopolitik antara Israel, Amerika Serikat, dan Iran, harus dimaknai sebagai dorongan untuk mempercepat berbagai program strategis pemerintah.
“Kita lihat dunia sekarang penuh ketidakpastian, terjadi di mana-mana krisis. Tetapi krisis selalu menghasilkan peluang, krisis adalah ujian, krisis adalah batu loncatan,” kata Prabowo dalam acara Hari Ulang Tahun ke-1 Danantara di Wisma Danantara, Jakarta.
Ia menilai Indonesia memiliki modal besar untuk menghadapi berbagai tantangan global, terutama karena kekayaan sumber daya alam yang dimiliki.
“Saya yakin dan percaya bangsa Indonesia diberi kekayaan alam yang luar biasa, dan kita mampu keluar dari krisis ini semakin kuat,” ujarnya.
Prabowo menyebut pemerintah telah menyiapkan dua agenda besar untuk memperkuat ketahanan nasional, yakni swasembada pangan dan swasembada energi.
Baca juga: Amankan Pasokan Energi di Tengah Konflik Timur Tengah, Pemerintah Proses Impor Minyak dari AS
Menurutnya, program swasembada pangan sudah mulai menunjukkan hasil, sementara target swasembada energi diperkirakan dapat tercapai dalam beberapa tahun ke depan.
“Kita sudah punya rencana swasembada pangan, alhamdulillah sudah tercapai sebagian. Kita juga punya niat swasembada energi yang kita yakin bisa tercapai dalam empat tahun ke depan,” kata Prabowo.
Namun, situasi global saat ini dinilai memaksa pemerintah untuk mempercepat implementasi berbagai program tersebut.
Sebagai bagian dari percepatan transisi energi, Presiden menargetkan pembangunan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) dengan kapasitas 100 gigawatt (GW) di berbagai wilayah Indonesia.
Menurutnya, program tersebut menjadi langkah strategis untuk mempercepat elektrifikasi nasional sekaligus memperkuat penggunaan energi terbarukan.
“Kita akan melaksanakan elektrifikasi dengan energi terbarukan dari tenaga surya. Dalam waktu yang sesingkat-singkatnya kita akan membangun 100 gigawatt,” ujar Prabowo.
Ia menegaskan pembangunan PLTS berskala besar tersebut merupakan keputusan langsung pemerintah untuk mempercepat pencapaian target kemandirian energi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: ANTARA