Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia. (ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto)
INDOZONE.ID - Swasembada energi diketahui merupakan salah satu pilar Asta Cita Presiden Prabowo Subianto. Kesuksesan swasembada energi sendiri harus dilakukan dengan tindakan nyata dan inovasi teknologi serta trobosan yang konkret.
Hal itu seperti diungkap oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia di hadapan peserta Sidang Pleno XVIII Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP HIPMI) di Makassar, Sulawesi Selatan seperti dikutip pada Kamis (19/2/2026).
Dia mengatakan jika sawasembada energi tidak akan bisa tercapai jika tidak melakukan langkah-langlah hingga trobosan baru..
Baca juga: Pemerintah Bangun Hilirisasi Ayam Terpadu di 6 Wilayah, Targetkan Swasembada Protein Nasional
"Teman-teman semua, jangan pernah kita bermimpi akan menjadi swasembada energi kalau tidak kita melakukan terobosan dan para impor (energi) ini adalah yang mendapatkan manfaat dari ketidakmampuan kita untuk bagaimana mendorong swasembada," kata Bahlil.
Bahlil menyoroti beberapa permasalahan teknis utama di sektor energi, salah satunya ialah jumlah sumur minyak bumi yang sudah menua sehingga lifting migas tidak maksimal.
"Sumur-sumur tua ini mau tidak mau kita harus intervensi lewat teknologi. Tidak ada cara lain dari total 39.000 sumur sampai 40.000 sumur kita itu yang beroperasi hanya 17.000 sampai 18.000 sumur. Selebihnya idle weld karena udah tua nah ini kita kerja samakan," tuturnya.
Langkah terobosan lain yang diusulkan yaknu mempercepat pelaksanaan sumur-sumur yang sudah masuk plan of development (POD). Di samping itu, pemerintah dalam hal ini Kementerian ESDM akan segera membuka tender untuk 110 blok minyak dan gas (migas) baru guna memperkuat ketahanan pasokan energi.
Baca juga: SIG Pasok 115.609 Ton Semen untuk Proyek Kilang RDMP Balikpapan, Dukung Swasembada Energi Nasional
Bahlil juga menunjukkan pentingnya peningkatan kapasitas pengolahan dalam negeri. Beroperasinya proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) dinBalikpapan yang diresmikan oleh Prabowo Subianto pada 12 Januari 2026 menjadi contoh yang konkret.
"Beroperasinya RDMP Balikpapan menghasilkan 5 juta kiloliter (KL) bensin dan 3,9 juta KL solar, maka tahun (2026) ini dengan program B40 tidak lagi kita melakukan impor solar dan ini pertama kalinya dalam sejarah peradaban bangsa kita," pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan