Ilustrasi bisnis franchise. (Eliani Kusnedi)
INDOZONE.ID - Pernah kepikiran ingin memiliki usaha sendiri tapi masih maju-mundur karena takut mulai dari nol? Atau ingin bisnis tapi masih kurang percaya diri karena belum punya pengalaman?
Nah, franchise atau waralaba bisa jadi opsi yang lebih aman dan realistis untuk dicoba.
Franchise atau waralaba adalah kerja sama usaha di mana pemilik merek atau sistem bisnis (franchisor) memberikan hak ke pihak lain (franchisee) untuk pakai nama brand, konsep usaha, sampai sistem operasional yang sudah terstandarisasi dan terbukti jalan.
Dalam skema ini, franchisee nggak dilepas sendirian. Biasanya ada pelatihan, dukungan promosi, sampai sistem manajemen yang sudah disiapkan.
Baca juga: Mengenal Scalping Saham: Cara Kerja dan Legalitasnya di Indonesia
Maka dari itu, model bisnis ini sering dibilang punya risiko yang lebih terukur dibanding membuat usaha sendiri dari nol.
Dalam sistem franchise, pihak franchisee bayar sejumlah biaya ke franchisor. Biaya ini disebut tiket untuk pakai brand dan sistem bisnis yang sudah ada.
Beberapa komponen penting dalam sistem franchise biasanya meliputi:
1. Merek dan Model Bisnis
Franchisor biasanya sudah punya brand yang dikenal dan model bisnis yang terbukti sukses. Ini jadi nilai jual utama karena konsumen biasanya lebih percaya dengan nama yang sudah familiar.
Baca juga: Apa Itu Perusahaan Pialang? Ini Fungsi, Cara Kerja, dan Tips Memilih untuk Investor Pemula
2. Lisensi dan Hak Usaha
Franchisee dapat hak resmi untuk menggunakan nama brand, sistem operasional, dan dukungan bisnis dalam periode tertentu sesuai perjanjian.
3. Biaya awal dan royalti
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Paper.id