Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Rabu, 18 FEBRUARI 2026 • 15:35 WIB

Mengenal Scalping Saham: Cara Kerja dan Legalitasnya di Indonesia

Mengenal Scalping Saham: Cara Kerja dan Legalitasnya di IndonesiaIlustrasi seorang scalper. (Eliani Kusnedi)

INDOZONE.ID - Di dunia pasar modal, scalping dikenal sebagai strategi jual beli saham dalam waktu sangat singkat, bahkan bisa hitungan menit. Tujuannya bukan cari untung besar, tapi mengambil margin kecil berkali-kali dalam sehari.

Pelaku strategi ini disebut scalper, mereka biasanya memanfaatkan selisih tipis antara harga bid dan offer atau pergerakan harga kecil yang terjadi cepat.

Kunci menjadi scalper adalah kecepatan dan volume transaksi, bukan menunggu harga naik dalam jangka panjang seperti investor biasa atau pelaku swing trading.

Baca juga: Jelang Pengumuman WTE Danantara, Thomas William Sebut DAAZ Muncul dalam Rumor Pemenang

Strategi Scalping

Scalping bukan strategi asal klik beli lalu jual. Butuh fokus tinggi, disiplin, dan pemahaman teknikal yang matang.

1. Pilih Saham yang Likuid dan Aktif

Tidak semua saham cocok untuk scalping. Biasanya, scalper mencari saham dengan:

  • Volume transaksi harian besar
  • Spread bid-offer tipis
  • Frekuensi perdagangan tinggi
  • Pergerakan harga aktif dalam jangka pendek

Likuiditas tinggi penting agar saham mudah masuk dan keluar tanpa hambatan, sementara volatilitas memberi peluang pergerakan harga yang bisa dimanfaatkan.

2. Andalkan Analisis Teknikal

Karena durasinya singkat, scalping tidak fokus pada fundamental perusahaan karena yang dilihat adalah pergerakan grafik dan indikator teknikal.

Beberapa indikator yang sering dipakai antara lain:

  • Moving Average (MA) untuk membaca arah tren dan sinyal crossover
  • Relative Strength Index (RSI) untuk melihat kondisi jenuh beli atau jenuh jual
  • Bollinger Bands untuk mengidentifikasi batas atas dan bawah pergerakan harga
  • Moving Average Convergence Divergence (MACD) untuk membaca momentum jangka pendek

Semua indikator ini membantu trader menentukan timing yang presisi.

3. Tentukan Entry, Exit, dan Stop Loss dengan Jelas

Dalam scalping, tidak ada ruang untuk ragu. Trader harus sudah tahu di harga berapa akan masuk, di mana ambil keuntungan, dan di titik mana harus keluar jika harga berbalik arah.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Maybank

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Mengenal Scalping Saham: Cara Kerja dan Legalitasnya di Indonesia

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!