Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Kamis, 05 MARET 2026 • 14:40 WIB

Amankan Pasokan Energi di Tengah Konflik Timur Tengah, Pemerintah Proses Impor Minyak dari AS

Amankan Pasokan Energi di Tengah Konflik Timur Tengah, Pemerintah Proses Impor Minyak dari ASMenko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto di Jakarta. (ANTARA FOTO/Fauzan)

INDOZONE.ID - Pemerintah Indonesia menyiapkan berbagai langkah mitigasi untuk menjaga ketahanan energi nasional di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik akibat konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, pemerintah telah mengamankan sumber pasokan energi dari berbagai negara di luar kawasan Timur Tengah, guna mengurangi risiko gangguan rantai pasok global.

“Kalau dari segi energi, karena kebetulan kita sudah tanda tangan ART (Agreement of Reciprocal Trade), memang suplai energi kita juga melakukan MoU dengan Amerika Serikat dan Pertamina punya akses di Venezuela,” kata Airlangga dalam konferensi pers Pembekalan Nasional Talenta Semikonduktor 2026 di Jakarta, Kamis (5/3/2026).

Melalui kesepakatan perdagangan resiprokal antara Indonesia dan Amerika Serikat, Indonesia berkomitmen melakukan pembelian komoditas energi senilai sekitar 15 miliar dolar AS. 

Nilai tersebut mencakup impor LPG sebesar 3,5 miliar dolar AS, minyak mentah 4,5 miliar dolar AS, serta bensin hasil kilang sekitar 7 miliar dolar AS.

Baca juga: Industri Indonesia Ikut Deg-degan Dampak Konflik AS-Israel dan Iran, Ini Sektor Paling Terdampak

Airlangga mengatakan pemerintah terus memantau perkembangan situasi global yang masih sulit diprediksi. 

Menurutnya, pengalaman lonjakan harga energi akibat konflik Rusia–Ukraina sebelumnya menjadi pelajaran penting bagi Indonesia dalam memperkuat kesiapan menghadapi ketidakpastian.

Ia menambahkan pemerintah akan tetap menjaga kebijakan subsidi energi agar tidak membebani masyarakat, sementara Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) difungsikan sebagai bantalan untuk meredam gejolak harga komoditas global.

“Subsidi kita jaga dan pemerintah sudah menyiapkan bahwa subsidi akan dilanjutkan. APBN menjadi buffer untuk meredam fluktuasi harga. Tapi di sisi lain tentu ada tambahan penerimaan jika harga komoditas naik,” ujarnya.

Meski demikian, Airlangga menilai masih terlalu dini untuk memproyeksikan dampak penuh konflik Timur Tengah terhadap perekonomian global.

“Kita tentu melihat situasinya, masih too early to call,” katanya.

Diversifikasi Impor dan Penguatan Storage Energi

Sementara itu, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan pemerintah mulai mengalihkan sebagian impor minyak mentah dari Timur Tengah ke Amerika Serikat sebagai langkah mitigasi risiko pasokan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: ANTARA

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Amankan Pasokan Energi di Tengah Konflik Timur Tengah, Pemerintah Proses Impor Minyak dari AS

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!