Bazar Cici Rosa PNM selama Ramadhan (Dok. Istimewa)
INDOZONE.ID - Ramadhan bukan cuma soal ibadah dan menahan lapar, tapi juga jadi momen panen rezeki bagi banyak pelaku usaha kecil.
Tradisi berburu takjil menjelang Maghrib terbukti bikin perputaran uang di sektor kuliner meningkat tajam setiap tahunnya.
Lonjakan belanja makanan dan minuman saat bulan puasa ini pun jadi peluang besar, khususnya bagi pelaku usaha ultra mikro.
Melihat peluang tersebut, PT Permodalan Nasional Madani (PNM) kembali menghadirkan program Cici Rosa (Cicip-Cicip Produk Nasabah Mekaar) di seluruh cabang PNM.
Kegiatan ini melibatkan ribuan nasabah binaan PNM Mekaar yang memiliki usaha kuliner, mulai dari makanan ringan, gorengan, es podeng, ayam geprek, hingga gado-gado dan aneka menu khas berbuka puasa lainnya.
Antusiasme masyarakat terlihat begitu tinggi. Sejak sore hari, pengunjung memadati area bazar Cici Rosa untuk berburu takjil sekaligus mendukung produk-produk lokal hasil karya perempuan prasejahtera binaan PNM.
Tidak hanya menjadi ajang jual beli, Cici Rosa juga menjadi ruang interaksi hangat antara nasabah dan masyarakat.
Sekretaris Perusahaan PNM, Dodot Patria Ary, menyampaikan bahwa Cici Rosa adalah ruang yang disiapkan PNM agar para nasabah kuliner dapat memasarkan produknya.
"Melalui Cici Rosa, kami ingin menghadirkan tempat yang nyaman bagi ibu-ibu nasabah untuk menjual hasil usahanya. Tidak hanya menyediakan lokasi, kami juga ikut membantu mengenalkan dan mempromosikan produk mereka agar semakin banyak yang membeli. Harapannya, dagangan mereka semakin laris dan usaha mereka terus berkembang," ujar Dodot.
Baca juga: Komitmen AO PNM dalam Pemberdayaan Ibu-Ibu yang Berbuah Apresiasi Wisata Religi
Program Cici Rosa menjadi bukti bahwa Ramadhan bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi juga tentang membuka peluang dan memperluas keberkahan.
Di tengah semarak berburu takjil, PNM menghadirkan akses pasar yang nyata bagi perempuan prasejahtera agar produknya semakin dikenal, omzet meningkat, dan roda ekonomi keluarga terus berputar.
Ramadhan pun menjadi momentum kolaborasi antara semangat berbagi, tradisi kuliner, dan penguatan usaha ultra mikro.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Press Release