Ilustrasi Impulsive Buying. (Eliani Kusnedi)
INDOZONE.ID - Pernah nggak sih kamu tiba-tiba beli sesuatu padahal sebenarnya nggak terlalu butuh? Kebiasaan seperti ini biasanya disebut impulsive buying.
Impulsive buying sering terjadi karena dorongan emosi sesaat, promo yang terlalu menggoda, atau pengaruh dari orang sekitar.
Masalahnya, kalau kebiasaan ini dibiarkan terus, bisa-bisa kondisi keuangan jadi berantakan.
Supaya keuangan tetap aman dan nggak boncos, penting untuk memahami apa itu impulsive buying, penyebabnya, dan gimana cara mengatasinya.
Baca juga: Gaji Pas-Pasan Tapi Mau Nabung? Ikuti 8 Cara Cerdas Sukses Menabung
Impulsive buying adalah kebiasaan membeli barang secara tiba-tiba tanpa perencanaan dan tanpa benar-benar mempertimbangkan apakah barang tersebut dibutuhkan atau nggak.
Biasanya keputusan beli ini muncul karena dorongan emosi atau karena tergoda promo tertentu. Akibatnya, pembelian dilakukan secara spontan tanpa dipikir matang-matang.
Ada beberapa ciri impulsive buying yang cukup sering terjadi, misalnya:
Perilaku ini sering muncul ketika seseorang sedang ingin mendapatkan kepuasan instan lewat belanja.
Awalnya mungkin terasa menyenangkan, tapi kalau dilakukan terus-menerus bisa berdampak buruk buat kondisi finansial.
Baca juga: 7 Cara Mengatur Uang di Usia 20-an Ini Bisa Bikin Keuanganmu Lebih Aman
Ada beberapa faktor yang biasanya bikin seseorang jadi lebih mudah melakukan impulsive buying.
Emosi sering banget jadi pemicu utama. Saat lagi stres, sedih, bosan, atau bahkan lagi terlalu senang, banyak orang yang akhirnya memilih belanja sebagai cara buat memperbaiki mood.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Bank Saqu