ilustrasi mengatur keuangan bisnis (freepik)
INDOZONE.ID - Usia 20-an sering dianggap sebagai masa paling seru dalam hidup. Banyak anak muda memanfaatkan fase ini untuk nongkrong bareng teman, traveling, mencoba hobi baru, atau menikmati hasil kerja keras pertama mereka.
Namun, di balik semua kesenangan itu, ada satu hal penting yang sering terlupakan: mengelola keuangan dengan baik. Tanpa disadari, cara kamu menggunakan uang di usia muda bisa sangat memengaruhi kondisi finansial di masa depan.
Kalau kamu sering bertanya-tanya kenapa uang cepat habis atau gaji selalu menipis sebelum tanggal tua, mungkin ini saatnya mulai lebih serius mengatur keuangan.
Semakin bertambah usia, biasanya kebutuhan hidup juga ikut meningkat, mulai dari biaya tempat tinggal, kebutuhan keluarga, hingga pengeluaran kesehatan.
Kalau sejak muda tidak terbiasa mengelola uang dengan bijak, tekanan finansial di masa depan bisa terasa lebih berat. Sebaliknya, membangun kebiasaan finansial yang sehat sejak usia 20-an dapat membantu kamu lebih siap menghadapi berbagai kebutuhan hidup nantinya.
Baca juga: 6 Cara Mengatur Keuangan Mahasiswa dari Gaji Magang, Biar Nggak Langsung Habis!
Agar kondisi finansial tetap stabil, ada beberapa langkah praktis yang bisa mulai kamu terapkan dari sekarang.
Langkah ini terlihat sepele, tetapi sangat membantu. Dengan mencatat setiap transaksi—termasuk pengeluaran kecil—kamu bisa mengetahui ke mana saja uangmu pergi. Banyak orang baru sadar bahwa kebiasaan membeli kopi, camilan, atau belanja kecil justru menguras uang tanpa terasa. Gunakan aplikasi pencatat keuangan atau spreadsheet sederhana agar lebih mudah.
Salah satu metode yang cukup populer adalah aturan 50-30-20. Sekitar 50 persen pendapatan digunakan untuk kebutuhan utama seperti makan, transportasi, dan tempat tinggal. Lalu 30 persen untuk hiburan atau gaya hidup, dan 20 persen untuk tabungan atau investasi. Jika terasa berat di awal, kamu bisa memulai dari nominal kecil terlebih dahulu.
Dana darurat sangat penting untuk menghadapi kondisi tak terduga, seperti sakit, kehilangan pekerjaan, atau kebutuhan mendesak lainnya. Idealnya, jumlah dana ini sekitar tiga hingga enam kali pengeluaran bulanan. Simpan dana tersebut secara terpisah agar tidak mudah digunakan untuk hal yang tidak penting.
Ilustrasi forex dan investasi (Freepik)
Sekarang investasi tidak harus dimulai dengan modal besar. Banyak platform yang memungkinkan kamu berinvestasi dengan nominal kecil. Meski begitu, pastikan kebutuhan dasar dan dana darurat sudah terpenuhi lebih dulu. Jangan lupa untuk mempelajari risiko investasi agar tidak sekadar ikut tren.
Kemudahan seperti kartu kredit atau layanan pay-later memang praktis, tetapi jika digunakan tanpa kontrol bisa menjadi masalah finansial. Gunakan fasilitas tersebut secara bijak dan pastikan kamu mampu membayar tagihan tepat waktu.
Usia 20-an adalah waktu yang tepat untuk mengembangkan kemampuan baru. Banyak anak muda mendapatkan penghasilan tambahan dari freelance, membuka usaha kecil, menjadi content creator, atau mengajar kursus. Selain menambah pemasukan, pengalaman ini juga bisa meningkatkan kemampuan profesional.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Telkomuniversity.ac.id