Senin, 07 JULI 2025 • 17:30 WIB

Sukses Berkarya Sebelum 30: Kisah Inspiratif Anak Muda di Balik Sambal Nagih yang Laris di Shopee

Author

Cerita Anita Hartati selaku Founder Sambal Nagih yang meraih kesuksesan. (dok. Istimewa)

INDOZONE.ID - Sambal tak cuma jadi pelengkap makanan di meja makan. Sejak zaman kerajaan kuno, sambal sudah jadi bagian tak terpisahkan dari identitas kuliner asal Indonesia. 

Masing-masing daerah di Indonesia punya sambalnya sendiri, dengan cita rasa yang khas. Mulai dari yang segar, manis, pedas hingga sampai ke level pedas menggigit.

Bagi sebagian masyarakat Indonesia, makan tanpa sambal kayak ada yang kurang. Sebab sambal bukan hanya soal rasa, tapi juga menyimpan kenangan tentang rumah, keluarga, dan masakan rumahan yang selalu dirindukan.

Baca juga: Kisah Juli Masesa Sebagai Kreator Shopee Live: Dari Rekomendasi Produk Lokal dan UMKM hingga Sumber Penghasilan Baru

Ngomongin soal sambal, nama Sambal Nagih belakangan ini cukup mencuri perhatian. UMKM yang satu ini berhasil menarik hati para pecinta kuliner pedas.

Didirikan oleh pasangan suami istri berusia 28 tahun, Sambal Nagih tidak lahir dari dapur pabrik besar, melainkan bermula dari dapur rumah yang sederhana. Dengan penuh semangat, mereka mencoba resep demi resep hingga akhirnya menemukan cita rasa yang pas di lidah banyak orang.

Lewat ketekunan dan strategi yang tepat, Sambel Nagih sukses meraih peluang di pasar kuliner digital bersama Shopee.

Founder dari Sambal Nagih, Anita Hartati membagikan kisah awal perjalanannya membangun bisnis ini.

"Bisnis ini telah saya mulai tujuh tahun lalu bersama suami. Awalnya kami hanya berjualan ayam geprek rumahan secara online dan sambalnya itu cuma pelengkap, tapi ternyata sambalnya yang malah menjadi primadona. Waktu itu kami tidak punya latar belakang bisnis, tidak punya modal besar juga, tapi kami percaya sama rasa dan keyakinan ‘mulai aja dulu’. Sambal ini lahir dari dapur rumah, dari resep yang dulu suami buat pas masih pacaran. Sekarang, kami kemas ide jualan sambal ini dalam kemasan toples agar dapat dinikmati oleh lebih banyak orang, bahkan di luar kota. Semua kami pelajari sambil jalan, baik cara berjualan di pasar digital lewat Shopee, hingga cara branding, marketing, operasional, dan packaging yang aman," ujar Anita.

Sambal Nagih: Perjalanan Meracik Rasa Lokal Hingga Memanfaatkan Pasar Digital

Industri sambal lokal saat ini sangat kompetitif, dipenuhi oleh banyak pemain besar dengan strategi pemasaran yang agresif. 

Namun, Sambal Nagih berhasil membedakan diri melalui cita rasa yang autentik serta inovasi varian produk yang relevan dengan selera konsumen masa kini. 

Sambal Nagih menghadirkan beberapa varian rasa, seperti Sambal Matah, Sambal Cakalang, Sambal Cumi, Sambal Cabe Ijo, Sambal Terasi, Sambal Roa, hingga Sambal Bawang yang menjadi favorit pelanggan. 

Bahkan produk selain sambal seperti, Kremes Ayam ternyata juga menjadi salah satu item terlaris di Shopee.

Memasuki pasar digital, Sambal Nagih beradaptasi dengan cepat mengikuti perubahan tren belanja konsumen. Sejak bergabung dengan Shopee pada tahun 2019, transformasi bisnis pun semakin terasa. 

Bersama Shopee, Sambal Nagih berhasil menjangkau audiens yang lebih luas di berbagai daerah. Tak sekadar sebagai platform penjualan, Shopee menjadi ruang tumbuh yang mendukung brand lokal melalui kampanye tematik, flash sale, dan program promosi lainnya. 

Bahkan Sambal Nagih turut merasakan peningkatan omset lebih dari 3x lipat selama Big Ramadan Sale 2025 dibanding tahun lalu.

Proses pembuatan Sambal Nagih. (dok. Istimewa)

"Senang sekali tentunya, kami merasa Shopee sangat mendampingi kami sebagai UMKM. Walaupun kami baru secara aktif memanfaatkan Shopee Live pada Juni 2025, dampaknya langsung terasa. Kami bisa menjelaskan rasa dan bahan baku secara langsung, menjawab pertanyaan pelanggan, dan menunjukkan proses packing hingga produk siap dikirim. Hal ini membangun kepercayaan dan membuat pelanggan merasa lebih dekat. Tak hanya itu, menurut saya perjalanan Sambal Nagih juga tak lepas dari Shopee Ads yang membantu kami sampai di titik ini," tambah Anita.

Meski terbilang pemain baru di dunia kuliner, Sambal Nagih berhasil menunjukkan pertumbuhan yang luar biasa. Hal itu dibuktikan dengan tingginya jumlah pelanggan Shopee yang melakukan repeat order.

Keberhasilan ini tidak diraih secara instan. Di baliknya ada upaya komunikasi yang konsisten dengan pelanggan, serta komitmen kuat untuk menjaga kualitas. Sambal Nagih selalu menggunakan bahan baku terbaik dan menolak menurunkan standar demi efisiensi biaya. 

Bahkan dalam pengemasan, setiap detail diperhatikan: dikemas dalam toples bersegel, kardus berdesain menarik, dan dibungkus bubble wrap untuk memastikan keamanan pengiriman sekaligus tampilan yang layak sebagai oleh-oleh.

Anak Muda, Rasa Lokal, dan Semangat untuk Terus Berkarya

Bagi Anita, Sambal Nagih bukan cuma bisnis sambal biasa. Di balik setiap botolnya, ada semangat dan visi besar yang menjadikan sambal buatannya sebagai simbol keberanian anak muda untuk melestarikan cita rasa lokal lewat inovasi yang kekinian.

Di usia yang belum menyentuh angka 30 tahun, Anita sudah membuktikan satu hal penting, di mana keterbatasan bukan penghalang. Jika ada kemauan, konsistensi, dan diiringi keberanian untuk terus belajar, hal yang dulu dikira mimpi bisa jadi kenyataan.

“Anak muda punya peran besar dalam menjaga budaya, termasuk lewat makanan. Kita nggak harus selalu menciptakan sesuatu yang baru dari nol, kadang yang dibutuhkan adalah keberanian untuk membungkus kembali apa yang sudah kita cintai sejak kecil, seperti mengolah sambal dengan cara yang lebih kekinian,” jelas Anita.

Baca juga: Kisah Linda Soedibyo: Pensiunan yang Membangun UMKM Fashion dari Kain Tradisional di Metro

Kunjungi Sambal Nagih di Shopee melalui https://shopee.co.id/sambalnagih.official. Untuk mendukung pertumbuhan brand lokal dan UMKM, Shopee menghadirkan kanal Shopee Pilih Lokal, wadah khusus untuk kurasi produk lokal berkualitas dengan berbagai penawaran menarik.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Pers Rilis

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU