Guru Besar bidang Fraud Examination BINUS, Prof Gatot. (INDOZONE.ID/Nadya Mayangsari)
INDOZONE.ID - Dalam upaya mencapai visi Indonesia Emas 2045, transformasi digital Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menjadi salah satu kunci penting untuk meningkatkan daya saing dan pertumbuhan ekonomi nasional.
Sejalan dengan visi tersebut, BINUS University dalam momentum peringatan Dies Natalis ke-44 Tahun menyoroti pentingnya digitalisasi yang tidak hanya mengedepankan inovasi, tetapi juga menjunjung tinggi etika dan integritas.
Sebagai pionir pendidikan berbasis teknologi dan kewirausahaan, BINUS melihat UMKM sebagai tulang punggung ekonomi nasional yang mesti diiringi dengan pendekatan kolaboratif dan bertanggung jawab.
Baca juga: PNM Dorong UMKM Naik Kelas, Produk Nasabah Kini Mejeng di Toko Modern
Perubahan digital itu tidak cukup hanya dengan adopsi teknologi saja, namun juga perlu ditopang oleh nilai, transparansi, dan keberpihakan pada keberlanjutan.
Visi BINUS 2025 pun sejalan dengan semangat ini, mewujudkan kontribusi nyata buat masyarakat melalui sinergi antara akademisi, pelaku industri, dan komunitas.
Dalam menghadapi era ekonomi digital, UMKM memiliki peranan penting sebagai penggerak utama pertumbuhan ekonomi inklusif di Indonesia.
Tetapi di tengah cepatnya arus teknologi, banyak pelaku usaha masih menghadapi tantangan seperti literasi digital yang masih rendah, kesenjangan akses, bahkan risiko penyalahgunaan data dan informasi.
Dewan Guru Besar BINUS University memfokuskan urgensi penguatan etika, tata kelola, dan kerja sama lintas sektor dalam menghadapi pertumbuhan ekosistem digital Indonesia, terutama di sektor usaha kecil menengah (UMKM) dan perusahaan startup.
Guru Besar bidang Fraud Examination BINUS, Prof Gatot, menegaskan bahwa pertumbuhan cepat sektor startup digital di Indonesia tidak selalu dibarengi dengan integritas tata kelola yang memadai.
Menggarap kasus fintech seperti eFishery, Investree, KoinWorks, TaniFund, dan Crowde, ia melihat ancaman dari inovasi tanpa akuntabilitas yang bisa berujung pada manipulasi laporan keuangan dan hilangnya kepercayaan publik.
Baca juga: Tingkatkan Pendapatan UMKM, Ratusan Pedagang di Boyolali Ikuti Sosialisasi Perda PKL
Lebih lanjut, ia juga menambahkan bahwa UMKM sebagai tonggak penting ekonomi Indonesia mempunyai kemampuan besar untuk naik kelas kalau didukung ekosistem digital yang sehat.
Akan tetapi, kualitas manajemen, kesiapan digital, dan rendahnya literasi keuangan masih menjadi tantangan utama. Penelitian akademisi BINUS menunjukkan bahwa pilar penting dalam perubahan digital UMKM meliputi etika, transparansi, akses merata, keberlanjutan, dan kepemimpinan bermoral.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan Langsung