Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Rabu, 15 APRIL 2026 • 17:50 WIB

Teknologi Baru Bikin IKM Arang Kelapa Minahasa Naik Kelas

Teknologi Baru Bikin IKM Arang Kelapa Minahasa Naik KelasKemenperin terapkan tungku Beehive untuk IKM arang kelapa di Minahasa. Rendemen 28–30%, efisiensi energi lebih tinggi, target ekspor global. (Dok. Humas Kemenperin.)

INDOZONE.ID - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mendorong industri arang tempurung kelapa skala kecil dan menengah untuk beralih ke teknologi tungku Beehive, yakni metode karbonisasi modern yang diklaim lebih efisien dan ramah lingkungan.

Implementasi perdana dilakukan di Desa Rumengkor, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara, oleh BSPJI Manado.

Tungku Beehive adalah sistem pembakaran arang generasi baru yang dirancang untuk menggantikan metode konvensional yang boros energi dan menghasilkan kualitas produk tidak seragam.

Dengan kapasitas bahan baku sekitar 4 ton tempurung kelapa per batch, teknologi ini menghasilkan rendemen 28–30 persen dengan kadar air sekitar 5 persen.

Sulawesi Utara bukan lokasi pilihan yang acak. Provinsi ini adalah salah satu sentra produksi kelapa terbesar di Indonesia, dengan potensi hilirisasi yang selama ini belum tergarap maksimal di tingkat IKM.

Baca juga: 7 Mindset Dasar untuk Pengusaha Pemula agar Bisnis Terus Jalan

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menjelaskan, di tengah dinamika yang membutuhkan kecepatan produksi, industri dalam negeri perlu meningkatkan efisiensi dan mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya lokal.

“Penggunaan teknologi seperti tungku Beehive ini tidak hanya meningkatkan produktivitas, tetapi juga lebih hemat energi dan ramah lingkungan," ujarnya dalam siaran pers yang diterima Indozone, Rabu (15/4/2026).

Baca juga: Pemerintah Siapkan Tenor Cicilan Rusun Subsidi Hingga 30 Tahun

Dari Tempurung Kelapa ke Pasar Ekspor

Arang tempurung kelapa berkualitas tinggi punya permintaan ekspor yang cukup besar, terutama untuk kebutuhan industri pengolahan makanan dan bahan bakar BBQ di luar negeri.

Kemenperin melihat ini sebagai peluang hilirisasi berbasis sumber daya lokal yang bisa langsung dieksekusi di level IKM, tanpa harus menunggu investasi besar-besaran dari korporasi.

“Transformasi layanan ini menjadi strategi untuk membangun ekosistem industri yang lebih terstandar, efisien dalam penggunaan energi, berdaya saing, dan berorientasi ekspor," papar Kepala BSKJI Emmy Suryandari.

Sementara Kepala BSPJI Manado Soni Pitriajaya menargetkan teknologi ini bisa diadopsi lebih luas.

"Kami berharap teknologi ini dapat menjadi standar baru bagi IKM arang tempurung kelapa. Dengan proses yang lebih efisien, pelaku industri tidak hanya meningkatkan kapasitas produksi, tetapi juga mampu menghemat penggunaan energi dan meningkatkan kualitas produk agar kompetitif di pasar global," tuturnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Humas Kemenperin

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Teknologi Baru Bikin IKM Arang Kelapa Minahasa Naik Kelas

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!