Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Rabu, 15 APRIL 2026 • 13:40 WIB

Sawit Jadi Sumber Energi Alternatif untuk Kurangi Ketergantungan BBM

Sawit Jadi Sumber Energi Alternatif untuk Kurangi Ketergantungan BBMIlustrasi industri sawit. (Istimewa)

INDOZONE.ID - Implementasi mandatori biodiesel memegang peranan krusial dalam memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus menekan ketergantungan pada impor BBM, terutama solar. 

Pakar ekonomi FEB UI, Rhenald Kasali, menegaskan bahwa biodiesel merupakan substitusi solar yang paling menjanjikan bagi Indonesia. 

Optimisme ini didasari oleh dua faktor utama: kedaulatan bahan baku kelapa sawit yang melimpah serta ekosistem teknologi pengolahan domestik yang sudah berada pada tahap matang.

Baca juga: Pemanfaatan Limbah Jadi Fokus Pengembangan Industri Sawit

"Program biodiesel memang efektif menekan impor solar dan memperbaiki neraca perdagangan energi melalui pengurangan impor solar secara signifikan. Program itu bisa menghemat devisa hingga US$8-10 miliar per tahun," katanya di Jakarta, Senin (13/4/2026).

Demi mendukung keberlanjutan mandat biodiesel, Rhenald Kasali mendorong adanya pembenahan tata kelola sawit yang lebih hijau dan etis. 

Fokus utamanya meliputi langkah-langkah proteksi lingkungan dari deforestasi serta pengakuan terhadap hak masyarakat lokal. 

Selain aspek lingkungan, ia menyoroti urgensi mitigasi risiko persaingan antara sektor pangan dan energi, guna memastikan program biodiesel tidak mengganggu stabilitas pasokan bahan pangan nasional.

"Perlu diingat, sawit bukan produk homogen untuk energi. Peningkatan alokasi crude palm oil (CPO) ke energi dapat mengurangi pasokan pangan yang memicu kesulitan bagi substitusi dapur, yaitu kelangkaan dan kenaikan harga minyak goreng," ingatnya.

Hal serupa juga disampaikan oleh Direktur Eksekutif Palm Oil Agribusiness Strategic Policy Institute (PASPI), Tungkot Sipayung, yang mengatakan bahwa pengembangan bioenergi melalui kebijakan mandatori biodiesel berkontribusi besar dalam menurunkan impor BBM berbasis fosil.

Tungkot merinci, Indonesia secara konsisten mengembangkan program mandatori biodiesel mulai dari B1 hingga B50 yang ditargetkan pada Juli 2026 mendatang. 

Program tersebut mampu mengurangi ketergantungan terhadap impor solar hingga sekitar 50%. 

Penerapan biodiesel B40 telah menurunkan impor solar dari 8,3 juta kiloliter pada tahun 2024 menjadi 5 juta kiloliter pada 2025, atau berkurang 3,3 juta kiloliter.

Dari sisi penghematan devisa impor, kebijakan biodiesel tahun 2025 berhasil menghemat sebesar Rp130,21 triliun dan mengurangi emisi mencapai 38,88 juta ton CO2 ekuivalen. 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Sawit Jadi Sumber Energi Alternatif untuk Kurangi Ketergantungan BBM

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!