Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Rabu, 15 APRIL 2026 • 19:00 WIB

Ekspor Baju Indonesia USD12 Miliar, Menperin: Ini Baru Pemanasan

Ekspor Baju Indonesia USD12 Miliar, Menperin: Ini Baru PemanasanMenperin sebut industri tekstil RI masih sektor sunrise. Ekspor TPT 2025 capai USD12,08 miliar, investasi Rp20,23 triliun. (Dok. Humas Kemenperin.)

INDOZONE.ID - Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan industri tekstil dan produk tekstil (TPT) Indonesia masih layak disebut sektor sunrise.

Pernyataan ini disampaikan Agus pada pembukaan pameran Indo Intertex, Inatex 2026 di Jakarta, Rabu (15/4/2026).

Sepanjang 2025, industri TPT tumbuh 3,55% secara year-on-year. Nilai ekspor mencapai USD12,08 miliar dengan surplus USD3,45 miliar, sebagian besar disumbang dari ekspor pakaian jadi.

Dari sisi investasi, sektor ini menarik Rp20,23 triliun dan menyerap 3,96 juta tenaga kerja, atau sekitar 19,48% dari total pekerja di sektor industri pengolahan nasional.

Baca juga: Pemanfaatan Limbah Jadi Fokus Pengembangan Industri Sawit

Secara makro, industri pengolahan Indonesia juga mencatatkan pertumbuhan 5,30% pada 2025, melampaui pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,11% untuk pertama kalinya dalam 14 tahun terakhir.

"Sektor industri pengolahan bahkan mencatatkan pertumbuhan sebesar 5,30%, melampaui pertumbuhan ekonomi nasional untuk pertama kalinya dalam 14 tahun terakhir," ungkap Menperin Agus Gumiwang dalam pernyataannya yang diterima Indozone.

Baca juga: Teknologi Baru Bikin IKM Arang Kelapa Minahasa Naik Kelas

Di balik angka yang positif, Menperin cukup jujur soal tekanan yang sedang dihadapi industri TPT.

Kenaikan harga bahan baku global, disrupsi rantai pasok, dan volatilitas permintaan pasar internasional masih jadi pekerjaan rumah yang belum selesai.

Perang tarif dan pergeseran rantai pasok akibat dinamika geopolitik sedang mengubah peta produksi tekstil dunia. Indonesia punya peluang menarik relokasi investasi, tapi hanya kalau bergerak cepat dan kompetitif.

"Pemerintah terus mencermati perkembangan situasi global, termasuk dinamika perdagangan internasional, perubahan struktur rantai pasok, serta kebijakan negara-negara mitra dagang," ujar Menperin.

Menperin meyakini bahwa kondisi geopolitik dan ketidakpastian pasar ini tidak akan berlangsung lama.

“Oleh karena itu, optimisme menjadi penting. Pelaku industri yang mampu bertahan dan resilien akan lebih cepat bangkit dan melesat ketika situasi kembali normal," Agus meyakini.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Humas Kemenperin

BERITA TERBARU

Ekspor Baju Indonesia USD12 Miliar, Menperin: Ini Baru Pemanasan

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!