Minggu, 29 MARET 2026 • 13:40 WIB

UMKM Didorong Tingkatkan Literasi Produk demi Tembus Pasar Global

Author

Pengunjung memilih produk kerajinan UMKM saat Pasar Rakyat di Denpasar, Bali. (ANTARA FOTO/Fikri Yusuf)

INDOZONE.ID - Anggota Komisi VII DPR RI, Samuel Wattimena, menekankan pentingnya literasi produk bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) agar mampu memperluas jangkauan pasar, termasuk ke tingkat internasional.

Menurutnya, penggunaan bahasa Indonesia masih relevan saat mengikuti pameran atau event lokal. 

Namun, ketika pelaku UMKM ingin menembus pasar global, diperlukan materi pendukung seperti flyer berbahasa internasional agar produk lebih mudah dipahami calon konsumen.

"Produk-produk kita kalau mengikuti event lokal tentu tidak masalah menggunakan bahasa Indonesia. Tapi untuk ajang internasional, perlu ada penjelasan dalam bahasa global," ujarnya usai kegiatan bimbingan teknis bersama Kementerian Pariwisata Republik Indonesia di Semarang, Jawa Tengah, dikutip Minggu (29/3/2026).

Baca juga: Mendagri Dorong Penguatan UMKM dan Produk Halal untuk Perkuat Ekonomi Daerah

Samuel menjelaskan, literasi produk UMKM tidak hanya sebatas deskripsi, tetapi juga mencakup kemampuan pelaku usaha dalam mengemas dan mengomunikasikan nilai produknya secara kreatif. Hal ini bisa dilakukan melalui storytelling, edukasi, hingga strategi pemasaran digital seperti live streaming.

Ia juga mengingatkan pentingnya memahami target konsumen. Informasi detail seperti kandungan bahan dan potensi alergen perlu dicantumkan, terutama untuk produk makanan.

"Kalau kita jual makanan, harus jelas. Ada orang yang alergi kacang atau bahan tertentu. Ini penting karena bisa berdampak serius," tegasnya.

Lebih lanjut, Samuel mencontohkan bahwa produk seperti sambal seharusnya dilengkapi informasi lengkap, mulai dari bahan baku hingga tingkat kepedasan, agar konsumen memiliki gambaran yang jelas sebelum membeli.

Tak kalah penting, ia menyoroti nilai tambah dari asal-usul produk. Menurutnya, informasi mengenai daerah produksi dapat meningkatkan daya tarik sekaligus menjadi edukasi bagi konsumen.

"Kalau produk berasal dari daerah tertentu seperti Kendal atau Semarang, jelaskan keunggulannya. Ini bisa jadi nilai lebih," katanya.

Baca juga: Panduan Cara Cek Merek HKI untuk UMKM: Mudah, Cepat, dan Gratis

Selain itu, aspek keberlanjutan juga dinilai menjadi faktor penting dalam menarik minat pasar. Produk yang ramah lingkungan dan memiliki kepedulian sosial dinilai memiliki daya saing lebih tinggi.

Sebagai ide kreatif, Samuel bahkan mengusulkan agar pelaku UMKM menambahkan unsur budaya seperti pantun dalam kemasan produk untuk menciptakan diferensiasi.

"Pantun bisa jadi ciri khas yang unik. Kenapa tidak dimasukkan dalam kemasan produk kita?" ujarnya.

Dengan peningkatan literasi produk yang komprehensif, Samuel optimistis UMKM Indonesia tidak hanya mampu bertahan di pasar domestik, tetapi juga bersaing di kancah global.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: ANTARA

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU