Gubernur DKI Pramono Anung (jakarta.go.id)
INDOZONE.ID - Viral di media sosial sejumlah pedagang UMKM yang mengeluhkan kenaikan harga sewa kios di Blok M sehingga mereka terpaksa angkat kaki dari tempat tersebut.
Salah satu video yang viral adalah konten TikTok dari @andremandorr. Dalam videonya, Andre mengaku terpukul karena harga sewa kios di Blok M naik.
Padahal, dia baru satu bulan menyewa kios di sana untuk berjualan makanan bersama istrinya yang sedang hamil. Dia terpaksa pindah karena kaget dengan tagihan harga sewa yang dinilainya tak masuk akal.
“Kita tiba-tiba dapat tagihan yang nggak ngotak harganya. Kalau ditanya kenapa gue bingung. Karena gue baru banget nemuin kios yang kayak gini bentukannya, tiba-tiba tagihannya naik Rp15 juta,” kata Andre seperti yang dikutip dari ANTARA.
Baca juga: Pasar Kreatif Bandung 2025 Hadir di Empat Mal, Dorong UMKM Tumbuh
Hal yang sama juga terlihat dari pemilik akun tastybiray di Blok M yang memabgi suasana tenant kosong melompong.
"Padahal banyak tenant yang masih merintis belum ada setahun, lagi-lagi ulah oknum yang menaikkan tarif sewa dari semula Rp2jt menjadi Rp15jt perbulan," tulisnya di akun tersebut.
Masalah ini pun sampai ke telinga Gubernur DKi Jakarta Pramono Anung.
“Ternyata, tarif yang dipungut lebih dari itu. Sehingga saya sudah menegur Dirut MRT, kalau memang tidak bisa dijalankan itu kerja samanya, maka saya minta untuk dibatalkan,” kata Pramono di Balai Kota DKI Jakarta, seperti dikutip dari ANTARA.
Menurut dia, saat ini UMKM perlu diutamakan, terlebih mengingat perekonomian di kawasan Blok M tengah menggeliat naik.
Pria yang akrab disapa Pram itu pun meminta agar penetapan harga sewa tidak dilakukan secara semena-mena sehingga pedagang dapat kembali berjualan.
“Jadi kalau tidak bisa ditertibkan, saya minta untuk dibatalkan, lebih baik dikelola sendiri. Karena bagi saya pribadi, untuk UMKM itu menjadi prioritas agar mereka bisa menjalankan usahanya dengan baik,” ujar Pramono.
Kawasan District Blok M berada di samping terminal persis. District Blok M yang sepi itu kembali hidup pada akhir 2024. Hal ini usai banyak gerai UMKM makanan yang mengisi kios-kios terbengkalai di kawasan tersebut.
Baca juga: Viral Sederet Kios Makanan di Distrik Blok M Bubar Jalan, Biaya Sewa Naik hingga Rp15 Juta?
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: ANTARA