Pelaku UMKM di Blok M. (Instagram/@andremandor)
INDOZONE.ID - Di tengah situasi Indonesia terkait aksi demonstran yang terjadi beberapa waktu belakangan ini, ada salah satu pelaku UMKM di Blok M, Jakarta, yang juga menyita perhatian publik.
Lantaran bukan karena imbas dari aksi massa yang sempat terjadi. Melainkan kerelaannya meninggalkan toko yang baru saja ia buka karena biaya sewa yang melambung tinggi.
Dikutip dari akun Instagram pribadi salah satu pelaku UMKM tersebut, memperlihatkan sebuah video dengan latar kios yang mulai tutup satu-per satu dari Blok M dan berencana pindah lokasi dari situ.
Baca juga: Kapolda Aceh Raih Penghargaan Inisiator UMKM Aman & Kreatif di Serambi Ekraf 2025
"Toko-toko UMKM yang ada di Blok M sempat pindah ya? Benar banget, gua salah satu pelaku UMKM yang ada di sana. Malam itu pas banget demo lagi pecah-pecahnya, makanya banyak yang ngirain itu salah satu kenapa kita pada cabut dari sini. Tapi bukan itu alasannya. Jujur, yang bikin patah hati gua adalah, gua baru jualan di sini itu selama satu bulan," kata Andre dalam postingan Instagramnya, dikutip Indozone pada Rabu.
Ia mengaku baru saja berjualan di toko tersebut selama satu bulan dan telah menolak tawaran sebesar Rp20 juta untuk mengambil alih sewa toko. Andre membangun usahanya dari nol dengan modal yang ia kumpulkan sendiri melalui konten-konten yang ia buat.
"Usaha yang gua bangun pake tangan gua sendiri, pakai modal yang gua kumpul-kumpul dari hasil gua ngonten, ya udah kayak ngilang gitu aja. Gua jualannya nyantai kok. Menu-menu yang gua jual juga menu daerah gitu. Jadi perlu waktu banget memang, untuk orang-orang pada tahu," ujarnya.
Namun, sebelum usahanya berkembang, ia tiba-tiba menerima tagihan sewa yang meningkat menjadi Rp15 juta, yang membuatnya tidak bisa lagi meneruskan usahanya.
"Teman-teman kreator juga alhamdulillahnya support banget, dan kalau dibilang balik modal, jujur, 10% aja belum nyampe, tapi harus berakhir kayak gini," imbuhnya.
Padahal, ia berharap bahwa toko yang ia bangun dengan susah payah bisa bertahan lebih lama, tetapi biaya sewa yang tidak masuk akal memaksanya untuk meninggalkan toko tersebut.
Tidak hanya satu, namun beberapa kios makanan milik pelaku UMKM yang ada di Blok M juga mulai pindah.
Baca juga: Fashion Accessories Tetap “Hot” di Tengah Penurunan Daya Beli 2025, UMKM Ritel Justru Tumbuh
"Kayaknya ini bukan gua doang, seluruh pelaku UMKM F&B yang ada di sini, mungkin teman-teman udah pada ke spill ya? Kenapa kita pada cabut," tegasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Instagram @andremandor