Jumat, 20 MARET 2026 • 10:15 WIB

Harga Minyak Tembus Rekor! Perang Iran Cekik Pasokan, Dunia Kelimpungan

Author

Ilustrasi pipa-pipa minyak di dekat kapal tanker . (REUTERS/Luc Gnago/File Foto)

INDOZONE.ID - Jika Anda berpikir harga BBM di SPBU sudah mahal, coba lihat harga di pasar fisik. Di sana, situasinya jauh lebih gila. 

Harga minyak mentah dan bahan bakar di pasar global saat ini telah menembus rekor tertinggi sepanjang masa, dan semuanya karena perang di Timur Tengah yang tak kunjung reda.

Konflik antara AS-Israel dan Iran yang dimulai 28 Februari lalu telah menciptakan kekacauan pasokan energi terbesar dalam sejarah. 

Iran secara efektif menutup keran di Selat Hormuz, jalur air kritis yang dilalui 20 persen minyak dan gas dunia. 

Baca juga: Bos Grup Djarum Michael Bambang Hartono Meninggal Dunia Hari Ini

Ancaman tembak terhadap kapal yang mencoba melintas membuat jalur ini lumpuh total.

12 Juta Barel per Hari Hilang, Tak Bisa Diganti

Data pelacak pengiriman minyak Petro-Logistics mencatat, aliran minyak mentah dan kondensat dari Timur Tengah telah turun drastis sekitar 12 juta barel per hari. 

Angka ini setara dengan 12 persen dari total permintaan harian dunia. Yang lebih mengkhawatirkan, pasokan yang hilang ini tidak bisa begitu saja digantikan dari sumber lain.

"Harga spot di pasar fisik jauh lebih liar dari kenaikan di pasar berjangka," kata David Jorbenaze, analis pasar minyak global ICIS. Sederhananya, harga di atas kertas memang naik, tapi harga di lapangan—saat benar-benar transaksi—melonjak tak terkendali.

Baca juga: Lebih dari 100 Ribu Pemudik Ikuti Mudik Gratis BUMN 2026, ADHI Karya Turut Berpartisipasi

Minyak Dubai Tembus $166, Brent Bakal ke $147?

Brent, acuan minyak global, menyentuh $119 pada Kamis (19/3/2026) dan ditutup di $109. Tapi lihat minyak Dubai, acuan utama di Timur Tengah: harganya mencapai rekor $166,80 per barel. 

Goldman Sachs memprediksi jika gangguan berlanjut, Brent bisa melampaui rekor tertingginya di $147,50 pada 2008.

Eropa dan Afrika juga kena imbas. Harga minyak mentah dari kawasan itu melonjak ke $120 per barel. 

Baca juga: Apresiasi Program Mudik  Warmindo, Menaker Yassierli: Bukti Perusahaan dan Mitra Tumbuh Bersama

Bahkan minyak Rusia yang selama ini dijual murah karena sanksi, kini kembali ke atas $100.

Dunia Berlomba Cari Pengganti Minyak Asam

Krisis ini memicu perburuan global terhadap minyak jenis "asam" (sour crude), yaitu minyak dengan kepadatan sedang dan kadar sulfur tinggi yang biasa diproduksi Timur Tengah.

Di Laut Utara, minyak asam Norwegia Johan Sverdrup ditawar dengan premi rekor **$11,30** di atas Brent, atau setara harga $124. 

Di AS, minyak asam Mars Sour menyentuh $107,53, tertinggi sejak Juli 2008.

Baca juga: DPR Dukung Wacana WFH untuk Efisiensi Energi, Dinilai Strategis Jaga Ketahanan Nasional

BBM Juga Ikut Gila: Jet Fuel $220, Solar Tembus $200

Tak cuma minyak mentah, harga bahan bakar jadi lebih gila. Data LSEG menunjukkan, harga avtur (jet fuel) di Eropa Barat Laut mencapai rekor sekitar $220 per barel. 

Solar Eropa menembus $200 per barel untuk pertama kalinya sejak 2022. Eropa sangat bergantung pada impor kedua produk ini dari Timur Tengah.

Di Asia, kilang mengurangi kapasitas produksi, tapi margin keuntungan gasoil justru melonjak ke atas $60 per barel, tertinggi sejak Juni 2022.

Baca juga: Pemerintah Siapkan Strategi Hemat Energi di Sektor Publik, ASN Berpotensi Terapkan Kerja Fleksibel

Intervensi Strategis, Tapi Cukupkah?

AS dan anggota IEA lainnya telah mengumumkan pelepasan 400 juta barel dari cadangan strategis. AS juga melonggarkan sanksi untuk minyak Rusia. Tapi Jorbenaze meragukan efektivitasnya. 

"Pasar pada akhirnya bergerak karena barel yang benar-benar bergerak, bukan barel yang diumumkan," ujarnya.

Dengan Selat Hormuz yang masih panas dan ancaman "zero restraint" dari Iran, masa depan pasokan energi global masih diselimuti awan hitam pekat. 

Yang jelas, harga di pompa bensin dan biaya hidup kita semua akan terus merasakan dampaknya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Reuters

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU