Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Minggu, 01 MARET 2026 • 16:02 WIB

Konflik Iran-Israel, Harga Minyak Diprediksi Bisa Tembus 100 Dolar AS per Barel

Konflik Iran-Israel, Harga Minyak Diprediksi Bisa Tembus 100 Dolar AS per BarelSebuah bangunan di Israel hancur terkena serangan drone Iran. (REUTERS/Roei Kastro)

INDOZONE.ID - Ekonom sekaligus Direktur Eksekutif CORE Indonesia, Mohammad Faisal, menilai eskalasi konflik antara Israel dan Iran berpotensi memicu lonjakan harga minyak dunia, terutama jika ketegangan meluas dan mengganggu jalur distribusi energi global.

Faisal mengatakan harga minyak saat ini berada di kisaran 70 dolar AS per barel. Namun, apabila konflik berlanjut, harga berpotensi naik ke level 80 dolar AS per barel.

Ia menambahkan, risiko terbesar muncul jika pasokan minyak melalui Selat Hormuz terganggu. Jalur tersebut dilalui sekitar 20 persen perdagangan minyak dunia.

Baca juga: ESDM: Konflik Venezuela Tak Berdampak ke Harga Minyak Dunia, Ini Alasannya

“Kalau sudah sampai 100 dolar per barel, itu masuk zona tinggi, rekor. Beberapa tahun terakhir kita tidak mengalami kenaikan setinggi itu, terakhir ketika awal perang Rusia-Ukraina,” kata Faisal.

Dampak ke Indonesia

Menurut Faisal, konflik bersenjata yang melibatkan Iran dan Israel berisiko berkembang menjadi konflik regional, terutama jika Amerika Serikat terlibat lebih jauh.

Ia juga menyinggung kemungkinan dukungan dari China dan negara lain yang berada di belakang Iran, yang dapat memperpanjang eskalasi.

“Ada kemungkinan perang ini berlangsung lebih lama daripada yang diperkirakan,” ujarnya.

Lonjakan harga minyak global, lanjutnya, akan berdampak langsung pada harga bahan bakar minyak (BBM) di dalam negeri. BBM nonsubsidi diperkirakan akan menyesuaikan dengan harga pasar internasional.

Namun, yang lebih menjadi perhatian adalah potensi penyesuaian harga BBM bersubsidi seperti Pertalite dan Solar yang banyak digunakan masyarakat kelas menengah ke bawah.

Baca juga: Apa Itu Petrodolar? Sistem Perdagangan Minyak Mentah yang Kuasai Ekonomi Global

“Peningkatan harga ini tentu saja berpotensi mempengaruhi inflasi dan menurunkan daya beli masyarakat pada umumnya,” kata Faisal.

Eskalasi Militer Meningkat

Pada Sabtu (28/2/2026), Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangkaian serangan terhadap sejumlah target di Iran, termasuk ibu kota Teheran. Serangan tersebut dilaporkan menyebabkan kerusakan besar serta korban sipil.

Sebagai balasan, Iran meluncurkan serangan rudal ke wilayah Israel dan fasilitas militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: ANTARA

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Konflik Iran-Israel, Harga Minyak Diprediksi Bisa Tembus 100 Dolar AS per Barel

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!