Kilang minyak perusahaan minyak negara PDSVA di Caracas, Venezuela (ANTARA)
INDOZONE.ID - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyebut bahwa konflik di Venezuela tidak berpengaruh signifikan pada harga minyak dunia atau perdagangan minyak dunia.
“Tidak ada dampak signifikan terhadap kondisi perdagangan minyak dan harga,” ujar Juru Bicara Kementerian ESDM Dwi Anggia, dikutip Rabut (7/1/2026).
Ia menjelaskan, walaupun Venezuela memiliki cadangan minyak paling besar di dunia, produksi harian masih di bawah 1 juta barel per hari (barel oil per day/BOPD). Angka tersebut cukup kecil jika dibandingkan dengan rasio cadangannya.
Baca juga: IHSG Menguat di Awal Pembukaan, Pasar Dinilai Abai atas Serangan AS ke Venezuela
Lebih lanjut, Anggia menilai kondisi di Venezuela berbeda dengan di Timur Tengah, yang bisa berdampak signifikan pada harga minyak. Ini karena kawasan itu banyak negara OPEC (Organization of the Petroleum Exporting Countries).
“Jadi, harga minyak bisa menjadi sangat dinamis,” ucap Anggia.
Upaya peningkatan produksi minyak nasional jadi salah satu langkah antisipasi Indonesia terhadap kondisi geopolitik, termasuk di Venezuela.
“Sebagai antisipasi, kami harus terus meningkatkan cadangan strategis minyak nasional, optimalisasi produksi,” kata dia.
Sebelumnya, Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, menjelaskan bahwa pemerintah belum melihat dampak langsung dari kondisi di Venezuela saat ini pada pasokan dan harga BBM.
“Kita sumber crude-nya itu bukan dari sana. Jadi dari wilayah lain. Jadi masih stabil,” kata Laode.
Laode mengatakan, pemerintah tetap melakukan antisipasi dan pemantauan situasi, dalam hal ini dampaknya kepada minyak dunia.
“Antisipasi itu selalu ada,” ujar dia.
Baca juga: 5 Cara Atur Keuangan Gaji 3 Juta yang Realistis, Tetap Aman di Tanggal Tua
AS telah menangkap Presiden Venezuela Nicolás Maduro beserta istrinya. Setelahnya, pemerintah Venezuela mengumumkan kondisi darurat nasional.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: ANTARA