INDOZONE.ID - Bagi kamu yang sering pakai layanan perbankan, entah itu tabungan atau pembiayaan, mungkin sudah tidak asing lagi dengan istilah saldo mengendap.
Secara sederhana, saldo mengendap adalah sejumlah uang yang harus tetap ada di dalam rekening. Jadi walaupun di rekening kamu masih ada saldo, tidak semuanya bisa ditarik atau ditransfer karena sebagian harus tetap berada di rekening.
Setiap bank punya aturan yang berbeda soal jumlah saldo minimum ini. Karena itu, penting buat memahami apa itu saldo mengendap dan fungsinya agar kamu tidak bingung saat melihat saldo rekening yang ternyata tidak bisa dipakai semuanya.
Baca juga: Kemnaker Buka Posko THR dan BHR 2026, Pekerja Bisa Konsultasi hingga Laporkan Pelanggaran
Apa Itu Saldo Mengendap?
Saldo mengendap adalah jumlah saldo minimum yang wajib tersimpan di dalam rekening. Karena sifatnya wajib ada, saldo ini tidak bisa diambil baik lewat penarikan tunai maupun transfer.
Bisa dibilang, saldo ini seperti batas aman yang ditentukan oleh bank. Besarannya juga berbeda-beda tergantung jenis rekening dan kebijakan masing-masing bank.
Sebagai contoh, di Bank Mega Syariah ada produk tabungan dengan saldo minimum mulai dari Rp10 ribu. Jadi kalau saldo rekening kamu tinggal Rp10 ribu, uang tersebut tidak bisa ditarik atau dipindahkan lagi.
Fungsi Saldo Mengendap
Walaupun terlihat kecil, saldo minimum sebenarnya punya peran penting dalam sistem perbankan. Bahkan kalau jumlahnya cuma Rp10 ribu sekalipun, tetap ada fungsinya.
Berikut beberapa fungsi saldo mengendap yang perlu kamu tahu.
1. Biaya penutupan rekening
2. Biaya administrasi saat rekening dormant
3. Jaminan pada produk kredit atau pembiayaan
Baca juga: Panduan Menukar Uang di Money Changer agar Aman, Ini Syarat yang Perlu Disiapkan
Apakah Saldo Mengendap Bisa Diambil?
Pada dasarnya, saldo minimum yang ada di rekening tidak bisa ditarik atau ditransfer selama rekening masih aktif.
Aturan ini dibuat bukan tanpa alasan. Salah satu tujuannya adalah membantu nasabah supaya lebih disiplin dalam mengelola rekening dan memanfaatkan layanan perbankan dengan maksimal.
Selain itu, sistem ini juga membantu bank menjaga aktivitas rekening agar tetap berjalan dengan baik. Dengan begitu, semua transaksi bisa tercatat dengan rapi dalam satu sistem perbankan yang sama.
Besaran Saldo Mengendap di Beberapa Bank
Setiap bank memiliki aturan saldo minimum yang berbeda untuk tiap produk tabungan. Berikut gambaran saldo mengendap di beberapa bank besar di Indonesia.
Bank Central Asia (BCA)
- TabunganKu: Rp20.000
- Simpanan Pelajar: Rp5.000
- Tahapan Xpresi: Rp10.000 (Bisa sampai 0, namun rekening berpotensi menjadi pasif)
- Tahapan: Rp50.000
- Tapres: Rp5.000.000
- BCA Dollar: US$100 atau S$200
Bank Mandiri
- Tabungan Rupiah: Rp100.000
- Tabungan NOW: Rp25.000
- Tabungan Payroll: Rp10.000
- TabunganKu: Rp20.000
- Tabungan TKI: Rp10.000
- Tabungan Mitra Usaha: Rp1.000.000
- Tabungan SiMakmur: Bebas biaya
- Tabungan Simpanan Pelajar (SimPel): Rp5.000
Baca juga: Apakah Uang Rusak Bisa Ditukar di Bank Indonesia? Ini Syarat dan Caranya!
Bank Negara Indonesia (BNI)
- BNI Taplus: Rp150.000
- BNI Taplus Bisnis: Rp1.000.000
- BNI Taplus Pegawai: Sesuai Perjanjian Kerjasama (PKS)
- BNI Taplus Muda: Tidak dikenakan saldo mengendap
- BNI Pandai: Tidak dibatasi
- BNI SimPel: Rp5.000
- BNI Tabunganku: Rp20.000
Bank Rakyat Indonesia (BRI)
- BRI Simpedes: Rp25.000
- BritAma: Rp50.000
- BritAma Bisnis: Rp50.000
- BritAma Pro: Rp50.000
- BritAma X: Rp50.000
- BRI Tabunganku: Rp20.000
- BRI Junio: Rp20.000
- BRI SimPel: Rp5.000
Dengan memahami apa itu saldo mengendap, kamu jadi lebih paham kenapa tidak semua saldo di rekening bisa dipakai. Selain itu, informasi ini juga bisa membantu kamu memilih produk tabungan yang paling sesuai dengan kebutuhan sehari-hari.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Bank Mega Syariah, Indo Premier