Ilustrasi masyarakat sebagai konsumen daging sapi. (Eliani Kusnedi)
INDOZONE.ID - Harga daging sapi yang sempat bikin suasana pasar agak panas akhirnya mulai mereda.
Langkah cepat pemerintah dinilai cukup ampuh untuk menenangkan situasi, apalagi momen Ramadhan dan Idul Fitri 2026 sudah di depan mata, saat kebutuhan pangan biasanya ikut naik.
Anggota Komisi IV DPR RI, Dwita Ria Gunadi, menyatakan dukungannya terhadap langkah sigap Kementerian Pertanian (Kementan) dalam menjaga stabilitas harga daging sapi.
Menurutnya, kehadiran negara lewat Kementan terasa nyata karena mampu meredam potensi gejolak di lapangan akibat aksi mogok pedagang.
Dwita menilai respons cepat ini penting supaya masyarakat tidak ikut terdampak, terutama soal daya beli dan ketersediaan pangan menjelang hari besar keagamaan nasional.
Baca juga: Raker dengan DPR RI, Mendag Bahas Penguatan Industri Baja Nasional hingga Perlindungan Konsumen
“Saya mengapresiasi cepat tanggapnya Kementerian Pertanian dalam menyikapi kenaikan harga daging. Langkah ini berhasil mencegah aksi mogok berjualan setelah bersama pemerintah menyepakati harga sapi bakalan ditimbang hidup dan ditimbang faktur di kisaran Rp55.000 per kilogram hingga Lebaran,” ujar Dwita, dikutip dari Antara.
Ia menambahkan, kesepakatan tersebut jadi bukti bahwa komunikasi dan koordinasi antara pemerintah dan pelaku usaha bisa menghasilkan solusi yang jelas, tanpa harus merugikan masyarakat sebagai konsumen.
Aksi mogok pedagang daging sapi yang sempat terjadi sebelumnya pun akhirnya berakhir. Hal ini terjadi setelah pemerintah duduk bersama dengan asosiasi pedagang dan pelaku usaha untuk menyamakan persepsi soal harga dan pasokan daging sapi.
Kesepakatan itu dicapai lewat rapat koordinasi di Kementerian Pertanian yang melibatkan banyak pihak.
Baca juga: BRI Targetkan Beri Pembiayaan untuk 60.000 Rumah Subsidi 2026
Mulai dari Kementan, Badan Pangan Nasional (Bapanas), Satgas Pangan, asosiasi pedagang, asosiasi pemotong, feedloter, hingga pelaku usaha impor sapi bakalan.
Dalam pertemuan tersebut, disepakati harga sapi timbang hidup di tingkat feedloter sebesar Rp55.000 per kilogram.
Harga ini mulai berlaku sejak 22 Januari 2026 hingga menjelang Idul Fitri, dan dipastikan tidak ada kenaikan selama periode tersebut.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Antara