INDOZONE.ID - Harga Bitcoin kembali menjadi sorotan utama pasar keuangan global setelah aset kripto terbesar di dunia itu anjlok ke bawah level psikologis USD 70.000 pada Kamis (5/2/2026).
Penurunan tajam ini memicu guncangan di pasar aset digital dan menghapus hampir seluruh reli yang sempat terbentuk sejak pemilu Presiden Amerika Serikat pada akhir 2024.
Sejumlah media internasional menilai koreksi ini sebagai salah satu tekanan terberat Bitcoin dalam lebih dari satu tahun terakhir.
Data perdagangan global menunjukkan Bitcoin sempat bergerak di kisaran USD 69.000 hingga USD 69.800, level terendah sejak November 2024.
Reuters melaporkan tekanan jual meningkat tajam seiring investor global mengurangi eksposur terhadap aset berisiko di tengah ketidakpastian ekonomi makro dan arah kebijakan moneter Amerika Serikat.
Baca juga: Apa Itu Dividen? Ini Cara Bagi Untung dan Contohnya Biar Investor Pemula Nggak Bingung!
Penurunan tersebut juga membuat Bitcoin tercatat melemah lebih dari 20 persen sejak awal 2026, sekaligus terkoreksi lebih dari 40 persen dari puncaknya di akhir 2025.
“Pasar sedang berada dalam fase risk-off yang cukup ekstrem. Bitcoin kembali diperlakukan seperti aset berisiko tinggi, bukan sebagai lindung nilai,” ujar seorang analis pasar kripto yang dikutip Reuters dalam laporannya pada Kamis waktu setempat.
Sentimen ini diperkuat oleh pelemahan pasar saham global, khususnya sektor teknologi di Wall Street, yang selama ini memiliki korelasi kuat dengan pergerakan aset kripto.
Tekanan pada Bitcoin tidak datang dari satu faktor tunggal.
Laporan CoinDesk menyebutkan bahwa likuidasi posisi leverage di pasar derivatif kripto melonjak tajam, memicu efek domino yang mempercepat penurunan harga.
Baca juga: Deretan Saham yang Rajin Bagi Dividen di 2025, Favorit Pemburu Passive Income
Ketika level USD 70.000 ditembus, ribuan posisi long terpaksa ditutup otomatis, mendorong volume jual dalam waktu singkat.
Kondisi ini membuat volatilitas Bitcoin melonjak ke level tertinggi dalam beberapa bulan terakhir.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Berbagai Sumber