Ilustrasi Reksadana Pasar Uang. (Freepik)
INDOZONE.ID - Reksadana merupakan salah satu instrumen investasi yang banyak dipilih karena praktis dan mudah diakses, termasuk bagi investor pemula.
Salah satu jenis reksadana yang cukup populer adalah reksadana pasar uang. Instrumen ini dikenal memiliki risiko yang relatif lebih rendah dibandingkan jenis reksadana lainnya.
Baca juga: Tak Cuma Bitcoin, Investor Indonesia Mulai Melirik Token Saham Apple hingga Tesla
Secara sederhana, reksadana bekerja dengan menghimpun dana dari banyak investor dalam satu wadah investasi.
Dana tersebut kemudian dikelola oleh Manajer Investasi (MI) yang akan menempatkannya ke berbagai instrumen sesuai jenis reksadana yang dipilih, seperti saham, obligasi, pasar uang, atau kombinasi dari beberapa instrumen.
Dari hasil pengelolaan tersebut, investor berpeluang memperoleh keuntungan melalui kenaikan Nilai Aktiva Bersih (NAB) maupun hasil investasi yang diperoleh dari aset yang dimiliki reksadana.
Baca juga: Mengenal Cara Kerja Value Investing, Strategi Investasi Favorit Investor
Berbeda dengan reksadana saham atau campuran, reksadana pasar uang berfokus pada instrumen investasi yang memiliki risiko lebih rendah dan jangka waktu pendek.
Berikut cara kerjanya:
Baca juga: Baru Mulai Investasi? Begini Cara Beli Saham untuk Pemula
Meski menawarkan potensi imbal hasil yang cenderung lebih rendah dibandingkan reksadana saham, reksadana pasar uang tetap menjadi pilihan menarik bagi investor yang mengutamakan stabilitas dan ingin memulai investasi dengan tingkat risiko yang lebih terjaga.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Mandiri Sekuritas